Breaking News:

Berita Banjarbaru

Sebanyak 300 Orang Warga Binaan Lapas Kelas IIB Banjarbaru Jalani Tes Urine Massal

Sebanyak 300 Warga Binaan Permasyarakatan (WBA) Lapas Kelas IIB Banjarbaru menjalani tes urine massal

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Syaiful Akhyar
Humas Lapas Kelas IIB Banjarbaru
Tim Satops Patnal dipimpin Kepala Satuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) melakukan penggeledahan Blok Narapidana. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST, BANJARBARU - Sebanyak 300 Warga Binaan Permasyarakatan (WBA) Lapas Kelas IIB Banjarbaru menjalani tes urine massal sejak Rabu (18/3/2021) hingga beberapa hari ke depan.

Hal ini dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial tahun anggaran 2021 mengikuti Assesment dari tim assesor BNN Kota Banjarbaru bersama Petugas Subsi Perawatan.

Kepala Lapas Kelas II B, Amico Balalembang mengatakan Proses assesment terlaksana di Aula Lapas Banjarbaru mulai Kamis kemarin.

"Assesment dan tes urine masih berjalan hingga 1 minggu kedepan karena peserta rehab 300 orang," kata dia Jumat siang.

Baca juga: Sudah Tiga Bulan Ratusan PTT Kesehatan Belum Terima Gaji, Plt Kadinkes Kotabaru Proses Hari Senin

Baca juga: Korupsi di Kalsel, Mantan Direktur RSUD Tersandung Tipikor, Bupati Tala Tak Beri Bantuan Hukum

Baca juga: Narkoba Kalsel, Selipkan Sabu di Plat Motor, Tiga Pria Digiring ke Mapolsek Banjarbaru Timur

Amico menjelaskan untuk memenuhi keseluruhan tes urine satu hari yang di assesment 20-30 orang saja sehingga memerlukan waktu yang lama.

Selain test urine assesment juga berupa wawancara bagi Warga binaan calon peserta program rehabilitasi tersebut terlaksana atas kerja sama dengan pihak BNN Kota Banjarbaru.

Sebelumnya, juga digelar skrining terhadap Warga Binaan pada bulan Februari.

Proses  berlangsung sejak hari Senin, 15 Maret 2021 telah mencapai 137 orang calon peserta yang telah diassesment dari total 300 Warga Binaan yang mengikuti program rehabilitasi sosial.

Assesment bertujuan mengumpulan informasi peserta rehabilitasi, untuk mendapatkan gambaran klinis dan masalah mendalam secara komprehensif, menginisiasi komunikasi, dan interaksi terapeutik antara petugas dengan warga binaan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved