Berita Banjarbaru

MUI Banjarbaru Turun Tangan, Sikapi Dugaan Pengajian Aliran Sesat di Landasan Ulin

MUI) Banjarbaru turun tangan menindaklanjuti soal kebenaran adanya dugaan aktifitas pengajian aliran sesat di kawasan Landasan Ulin

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
net
Ilustrasi-Sesat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banjarbaru turun tangan menindaklanjuti soal kebenaran adanya dugaan aliran sesat di kawasan Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru.

Hal ini dilakukan sebagaimana laporan warga yang berkembang ada aliran yang dianggap menyimpang dari syariat Islam.

Ketua MUI Banjarbaru, KH. Nur Syahid Ramli membenarkan dugaan adanya aliran sesat itu. Bahkan pihaknya sudah beberapa kali turun ke lapangan melakukan pengecekan.

Pimpinan Ponpes Al Falah ini menambahkan MUI Banjarbaru sudah melayangkan surat ke Ketua RT setempat dan mendatangi tempat itu namun selalu gagal.

Baca juga: Lakukan Ritual Aneh Mandi Telanjang Bersama, Kelompok Aliran Sesat Hakekok Dicokok Polisi

Baca juga: Mahasiswi Diduga Dibaiat Aliran Sesat Secara Virtual, Disuguhi Video Berdurasi 2,19 Menit

Baca juga: Guru Khalil Ajak Jemaah Waspada Ajaran Aliran Sesat, Baca Doa Rawai di Haul Tuan Guru H Zainal Ilmi

"Surat panggilan sudah dilayangkan bahkan kita beberapa kali ke tempat yang dilaporkan namun tidak pernah bertemu langsung," kata dia.

KH Nur Syahid menerangkan dugaan aliran sesat ini dibawa dari orang luar daerah namun pengikutnya adalah warga sekitar.

"Dia orang Kotabaru pimpinannya Arbain namun tinggal di Landasan Ulin dan menggelar pengajian yang dianggap menyesatkan," kata dia.

Pengajian yang dilakukan yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam  salah satunya berupa mengaku menerima Wahyu dari Allah dan mengajarkannya. 

"Untuk yang lainnya kami mencoba menanyakan langsung namun tidak berhasil bertemu dengan pimpinan pengajian tersebut," lanjut dia.

Begitu juga mengenai jumlah mengikuti nya, KH Nur Syahid belum mengetahui jumlah pastinya. Pengajian biasanya dilakukan setiap Rabu malam.

"Berdasarkan laporan ke MUI hampir setiap malam Kamis rumahnya penuh dengan warga yang ikut pengajian," kata dia.

Mengantisipasi seperti aliran sempalan bertentangan dengan sunah rasul dan ajaran Islam, MUI berupaya untuk melihat menyelediki dan memberikan nasehat kepada orang tersebut.

"Kita juga sudah meminta ketua MUI kecamatan untuk terus mengawasi aliran aliran yang dianggap menyimpang," sebut dia.

Sebelumnya di Banjarbaru juga pernah ditemukan ajaran menyimpang lainnya setelah dinasehati dan diberikan keringatan pimpinan dan pengikutnya mengaku insyaf dan kembali ke jalan ajaran agama Islam.

Baca juga: Ternyata Begini Cara Kai Harum Menyembuhkan Pasiennya, Ia Dituduh Ajarkan Aliran Sesat

Baca juga: Heboh, Muncul Aliran Sesat di Amuntai Selatan Disebarkan Kakek-kakek

"Dengan pengawasan dan pendekatan yang baik kita bisa meminimalisir aliran yang menyesatkan umat ini," tandas dia.

Dikonfirmasi terkait hal ini Kajari Banjarbaru selaku salah satu Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Masyarakat melalui kepala Kasi Intel, Agus Wijayanti saat ingin ditemui di Kejari belum menjawab.(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved