Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Jaga Pasokan Daging Sapi saat Ramadhan 1442 H, Disbunak Kalsel Sebut Pasokan Capai 312 Ton

Pada bulan Ramadan 2021 pasokan daging sapi diperhitungkan mencapai sekitar 312 ton. Sedangkan kebutuhan daging sapi tahun 2021 sekitar 280 ton

Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Pedagang daging sapi di pasar subuh Bauntung Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pada bulan Ramadan 2021 pasokan daging sapi diperhitungkan mencapai sekitar 312 ton, naik 50,7% dari total pasokan tahun 2020 sebesar 207 ton.

Sedangkan kebutuhan daging sapi tahun 2021 sekitar 280 ton ada kenaikan 5,7% dari tahun 2020 sebesar 265 ton. 

Total pasokan pada periode April Mei 2021 sekitar 565 ton naik 50,7% dari total pasokan tahun 2020 yaitu sebesar 375 ton dengan total kebutuhan bulan April dan Mei sekitar 507 ton. 

"Dari data tersebut menunjukan bahwa diperkirakan kebutuhan masyarakat akan daging sapi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri terpenuhi," kata Kadisbunak Kalsel, Suparmi, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Terpantau Stabil, Harga Daging Sapi di Pasar Bauntung Banjarbaru Dijual di Kisaran Rp 120 Ribu

Baca juga: Lodeh Nangka Daging Sapi nan Lezat

Baca juga: Rumah Makan Banyak Tutup Terdampak Covid-19, Permintaan Daging Sapi Pun Turun

Dijelaskannya, Disbunak dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional terutama pembangunan peternakan untuk mencapai ketahanan pangan yang mandiri perlu dilakukan upaya meningkatkan dan menjaga penyediaan protein hewani asal ternak. 

Dijelaskan Hj Suparmi, ketersediaan pangan selalu menjadi sorotan menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) terutama memasuki bulan Ramadhan 1442 dan Idul Fitri yang jatuh pada bulan April dan Mei.

Diakuinya, ketersediaan daging sapi memang menjadi sorotan karena ketersediaan pangan di pasar sangat strategis , berbarengan dengan tingginya tingkat konsumsi masyarakat pada bulan-bulan tersebut dan ini berdampak pada besarnya infiasi secara nasional. 

Stok pangan cukup, maka infiasi terjaga.  Inflasi bisa terjadi, jika uang yang beredar banyak sedangkan stok pangan terbatas.

"Maka ini akan memicu tingginya inflasi karena harga ikut melambung.  Kejadian ini merupakan siklus yang setiap tahun selalu terjadi,"terang Hj Suparmi

Mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah jauh-jauh hari telah melakukan program yang dapat memacu peningkatan produksi.

Baca juga: RPH Banjarmasin Alami Penurunan Daging Sapi Hingga 50 Persen

Baca juga: VIDEO Setok Daging Sapi/Ayam di Banjar Berlimpah, Harga Merosot Sejak Corona Mewabah

Karenanya, kata Suparmi, pemerintah mendorong Program Sapi Kerbau Komuditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN) sebagai  upaya untuk melakukan percepatan swasembada daging sehingga mampu menyediakan pangan yang cukup bagi masyarakat.

Harga Naik Tak Signifikan

Dari pemantauan dan laporan di Disbunak Kalsel, harga sapi potong di tingkat produsen di minggu pertama Maret, Rp 51. 376 per kilogram.

Minggu kedua Rp 51.421 per kilogram, Minggu ketiga Rp 52.548 per kilogram, Minggu ke empat, Rp 53.372 per kilogram.

Sementara harga daging sapi murni di tingkat konsumen, Minggu pertama bulan maret Rp 125.939 per kilogram, Minggu kedua Rp 126.556 per kilogram, Minggu ketiga Rp 126.540 per kilogram, Mingg ke empat, Rp 126.811 per kilogram. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved