Kuliner Khas Ramadhan di HST
Kue Basah Basumap, Kue Tradisional di HST Warisan Nenek Moyang
Ramadhan identik dengan kue-kue basah, begitu pula di HST, para penjual kue yang diwariskan turun temurun banyak dijumpai di depan rumah
Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Bulan Ramadhan selalu diramaikan aneka kuliner tradisional yang menggugah selera.
Tak hanya aneka sayuran dan lauk pauknya, tapi juga aneka kue.
Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, jenis kue yang mendominasi adalah kue basah.
Rata-rata kue tersebut, jenis kue yang jarang diperjualbelikan di hari biasa di luar Ramadhan.
Baca juga: Menu Zadul Khas HST ini Namanya Pais Lumbu, Hanya Tersedia di Bulan Ramadhan
Baca juga: Kuliner Khas Ramadhan di HST, Aneka Varian Bingka dari Barandam hingga Bingka Kentang
Kue basah adalah kue yang dimasak dengan cara dikukus (disumap) dengan resep yang dimiliki secara turun temurun.
Adapun jenis kue basumap tersebut, seperti kue lapis, hula-hula, kararaban, amparan tatak pisang, putri salat, kasusun hujai, sarimuka antah, sarimuka ketan, dan jenis kue basah lainnya.
Satu potong kue seharga RP 10.000 sampai Rp 15 ribu.
Kue basumap ini, sangat mudah didapatkan pada saat Ramadan.
Baca juga: Kuliner Khas Ramadhan di HST, Kue Ipau, Biasa Disebut Pizza Arab dan Dijual Per Potong
Baca juga: Gangan Humbut Haruan Panggang, Sayur Tradisional Khas HST yang Kaya Rempah
Pedagang biasanya menjual di pinggir-pinggir jalan dan depan rumah, selama pandemic covid-19.
Sebelum pandemi, dijual di Pasar Ramadhan yang disediakan pemerintah daerah.
Norlaila, warga Barabai mengatakan tak pernah melewatkan untuk membeli kue basah tersebut.
“Khususnya untuk putri salat dan kararaban, sangat jarang ada di luar bulan puasa,” katanya.
(banjarmasinpost.co.id/hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/aneka-kue-basah-yang-dijual-warga-di-kawasan-kampung-kadi-barabai.jpg)