Breaking News:

BTalk

B-Talk: Setahun Pimpin PN Tanjung, Wisnu Widiastuti Bikin Layanan Jadi Ramah dan Humanis

Perubahan dilakukan Wisnu Widiastuti menjadikan PN Tanjung lembaga yang ramah dan humanis, tak hanya bagi masyarakat biasa tapi juga difabel

Penulis: Dony Usman | Editor: Royan Naimi
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Ketua PN Tanjung Dr Wisnu Widiastuti SH MHum saat jadi bintang tamu di program B-Talk, Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Senin (19/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berbagai terobosan dan inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi saat ini dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Terobosan ini sangat terasa dalam setahun terakhir semenjak PN Tanjung dipimpin seorang hakim perempuan, Dr Wisnu Widiastuti SH MHum.

Hal ini sebagai komitmen untuk mewujudkan transparansi kinerja dan ingin benar-benar menjadi instansi yang dekat bagi semua kalangan.

Baca juga: BTalk, Warga Kalsel Supaya Bijak Pilih Kontrasepsi di Masa Pandemi

Baca juga: BTalk, Cita-cita Panitia Penuntut Kabupaten Balangan Setelah 18 Tahun Pisah dari Kabupaten HSU 

Baca juga: Btalk, Perlu Kerjasama Membuat Jadwal Pendampingan Anak selama Ramadhan

Sesuai dengan moto dari PN Tanjung "HARAT“, yaitu Humanis, Akuntabel, Responsif, Adil dan Transparan.

Perubahan yang dilakukan kini menjadikan PN Tanjung sebagai lembaga yang ramah dan humanis, tak hanya bagi masyarakat biasa tapi juga kalangan difabel.

Tak heran dengan inovasi ini juga menjadikan PN Tanjung sebaga wakil Kalsel dalam lomba Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tingkat nasional untuk pengadilan kelas II.

Berikut perbincangan Jurnalis Banjarmasin Post Kurniawan dengan Ketua PN Tanjung, Dr Wisnu Widiastuti SH MHum, dalam program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Senin (19/4/2021) sore.

BPost: Selama setahun menjabat sebagai Ketua PN Tanjung, secara umum inovasi apa saja yang telah dilakukan?

Wisnu Widiastuti : Untuk inovasi di PN Tanjung ada yang berbasis informasi teknologi (IT) dan yang juga inovasi dalam pelayanan yang tidak berbasis informasi teknologi.

Inovasi berbasis IT ini dalam bentuk dibuatnya aplikasi. Aplikasi ini ada dua jenis, pertama yang memang harus diterapkan dari Mahkamah Agung sebanyak 4 aplikasi dan yang kita buat sendiri ada sekitar 20 aplikasi layanan berbasis IT.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved