Berita Banjarmasin
Btalk, Perlu Kerjasama Membuat Jadwal Pendampingan Anak selama Ramadhan
Sebentar lagi bulan suci Ramadhan 1442 tiba. Perlu ada komitmen suami dan istri untuk mengajak anak menjalankan ibadah secara tekun.
Penulis: Salmah | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Sebentar lagi bulan suci Ramadhan 1442 tiba. Perlu ada komitmen suami dan istri untuk mengajak anak menjalankan ibadah secara tekun.
Lantas, bagaimana membangun komitmen bersama dalam keluarga untuk menjalankan ibadah secara tekun?
Menjawab hal itu, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Ceria Hermina, M.Psi memaparkannya di acara BTalk, Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Sabtu 10 April 2021 pukul 16.00 Wita, dengan dipandu Jurnalis Banjarmasinpost Edi Nugroho.
Sesuai tema BTalk hari itu yaitu Membangun Komitmen Keluarga dalam Beribadah, Ceria menyampaikan beberapa hal penting dalam membangun komitmen tersebut.
Baca juga: BTALK - ESI Kalsel Siap Turunkan Pemain Profesional di Ajang PON Papua 2021
Baca juga: BTalk, Dosen UIN Antasari Banjarmasin Sebut Esensi Tarawih Mendidik untuk Rajin Salat Malam
Baca juga: BTalk, Akademisi Bahas Pemanfaatan FABA Batu Bara di Banjarmasin
Baca juga: BTalk, Begini Trik Ajari Anak Berpuasa Menurut Psikolog dari UMB Kalsel
"Sebelumnya, orangtua harus memberi pemahamam dulu kepada anak tentang ibadah Ramadhan terutama kepada anak yang baru pertama menjalani Ramadhan," ujarnya.
Cara menjelaskan mesti dengan bahasa yang nyaman dipahami anak. Pemahamam bisa dilakukan sejak usia anak bisa ngobrol yaitu usia 2-3 tahun.
Kemudian berikan contoh dari anggota keluarga tentang pelaksanaan ibadah Ramadhan yaitu puasa, tarawih, mengaji, bersedekah. Berikut penjelasan tentang amaliah tersebut.
Setelah anak tahu apa maksud berpuasa, kenapa harus shalat, kenapa bersahur dan lainnya, barulah anak diajak melaksanakannya sesuai kemampuan anak.
"Jangan dipaksakan, tapi biarkan anak melakukan dengan perasaan senang," jelas Ceria.
Ini adalah tahun kedua Ramadhan di masa pandemi, tentunya menjadi tantangan bagi orangtua sebab anak akan banyak di rumah dan umumnya gadget menjadi barang yang sering dimainkan anak.
"Nah, dalam hal membangun komitmen dalam keluarga, maka orangtua harus serius dengan membuat jadwal pendampingan terhadap anak selama Ramadhan," jelasnya.
Pendampingan ini dilakukan oleh anggota keluarga termasuk kakak. Misal hari pertama pendampingnya adalah ayah, kemudian hari kedua ibu, hari ketiga kakak pertama, hari keempat kakak kedua. Selanjutnya bergulir lagi ke ayah dan seterusnya.
Pendampingan itu misalnya mengingatkan anak bahwa ia baru boleh berbuka saat siang. Mengajak anak itu shalat. Mengajarkannya hal terpuji.
Supaya anak tidak habiskan waktu dengan gadget berikan pengalihan kegiatan, misal ajak berolahraga apakah bersepeda, bulutangkis, atau main musik, menggambar, menulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/b-talk-parenting-puasa-ramadhan.jpg)