Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Penumpang Umum ke Kalteng Wajib Rapid Test Antigen, Begini Imbasnya Dikeluhkan Pengusaha Travel

Kebijakan penumpang angkutan umum harus pakai surat keterangan (Suket) negatif Covid-19 dikeluhkan pengusaha travel

Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Kepala Cabang CV AR Travel Banjarmasin, Rohayatullah, menjelaskan soal keluhan angkutan ke Kalteng, Selasa (20/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARAMASIN - Kebijakan penumpang angkutan umum harus pakai surat keterangan (Suket) negatif Covid-19, serta harus rapid test antigen dirasa sangat memberatkan pengusaha travel. 

Imbasnya, penumpang sangat jauh turun dan menyebabkan kesulitan pengusaha travel untuk dapat penumpang. 

Kepala Cabang CV AR Travel Banjarmasin, Rohayatullah menceritakan dampak pemberlakuan rapid test antigen di perbatasan Kalselteng.

Menurutnya, Sejauh ini di perbatasan Kalsel-Kalteng sudah ada pos dan sementara ini masih diingatkan masker saja Tapi sebelumnya memang sempat disuruh melengkapi rapid test antigen.

Baca juga: Rapid Test Antigen Pengunjung Kafe dan THM, Satgas Covid-19 Banjarmasin Temukan 5 Positif

Baca juga: Penumpang Pesawat Tiba di Kalteng Wajib Tunjukan Suket Negatif PCR Swab, Berlaku Sejak Senin

Baca juga: Aturan Baru Naik Pesawat di Masa Pandemi Corona, Calon Penumpang Wajib Negatif Tes Ini

"Nah kalau semua penumpang disuruh anti

gen maka penumpang kesusahan. Iya kalau penumpangnya berpenghasilan menengah ke atas. Yang ada ini rata-rata berpenghasilan menengah ke bawah, " kata Kepala Cabang CV AR Travel Banjarmasin, Rohayatullah, Selasa (20/4/2021). 

Dijelaskan dia, jika dibandingkan dengan menjelang lebaran sebelumnya, drai total 16 unit mobil semua dioperasikan karena banyaknya penumpang. 

"Namun tahun ini karena ada kebijakan Suket dan rapid antigen ke Kalteng jalur darat itu, maka membuat penumpang turun. Bahkan sehari saja hanya satu unit yang operasional," kata dia. 

Sebagai pengusaha travel, Rohayatullah, mengaku tidak bisa juga menaikkan tarif travel ke Kalteng karena nanti akan dirasa memberatkan penumpang. 

"Sehingga saran saya kepada pemerintah. Tolong disediakan rapid antigen secara gratis untuk yang memerlukan perjalanan ke Kalteng, sehingga tidak memberatkan penumpang," kata dia. 

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Begini Keluh Kesah Pengelola dan Sopir Angkutan Darat di Kalsel

Dijelaskan dia, tarif travel ke Kalteng Rp 150 ribu ke Palangka. Sementara, ke Kapuas Rp 100 ribu, ke Sampit Rp 300 ribu dari tujuan Banjarmasin. 

Sementara diketahui rencana memang ada pemerintah untuk menyediakan rapid antigen untuk penumpang ke Kalteng menjelang lebaran nanti. (banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved