Breaking News:

Berita Banjarmasin

Larangan Mudik Lebaran 2021, Begini Keluh Kesah Pengelola dan Sopir Angkutan Darat di Kalsel

Larangan mudik lebaran 2021 membuat para pengelola dan sopir angkutan darat di Kalsel berkeluh kesah

banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Terminal angkutan darat di km 6 Banjarmasin, Jumat (9/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Larangan mudik lebaran 2021, membuat pelaku usaha jasa transportasi darat macam perusahaan otobus (PO) dan travel terancam kehilangan pendapatan. 

Menurut Amang Ratik, pengelola PO Mini Bus Anugerah, jurusan Banjarmasin-Sengayam, jika ada larangan mudik lantas bagaimana mereka yang menggantungkan hidup dari usaha ini mencari rezeki? 

"Saat ini saja penumpang sudah turun 50 persen, artinya pendapatan kami juga sudah turun, nah kalau tak ada mudik, maka kami tidak ada penumpang dan tak ada pendapatan," tukasnya. 

Penurunan jumlah penumpang, sudah dialami sebelum Covid-19, faktornya antara lain masyarakat sudah banyak yang menggunakan alat transportasi sendiri untuk mudik. 

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021 Diberlakukan, Ini Jenis Perjalanan yang Dikecualikan

Baca juga: Pelarangan Mudik Makin Ketat, Tak Ada Moda Transportasi Sejak 6 -17 Mei

Baca juga: Bupati Tegaskan Larangan Mudik Bagi Warga HSS, Keluar Masuk HSS Wajib Rapid hingga PCR

"Saat ini saja penumpang per hari hanya 7-8 orang dengan harga tiket 125 ribu per orang. Sementara BBM satu kali perjalanan sudah Rp500 ribu, tipis keuntungan kami. Kalau tak ada mudik, H-7 hingga H+7 berarti setengah bulan kami tak bisa angkut penumpang," paparnya. 

Bahransyah, sopir bus mini Anugerah, mengatakan, kerja sebagai sopir itu tak ada gaji pokok. Jadi kalau bus tak jalan maka tak ada upah bagi sopir. 

"Sementara biaya rumah tangga harus cari di mana? Sebaiknya jangan dilarang jasa angkutan membawa penumpang mudik, lebih baik lakukan pengurangan saja supaya kami tetap bisa kerja," paparnya. 

Hal senada diungkapkan Abdul Haris, pemilik CV Farel & Ferly Travel, yang melayani jasa  perjalanan dari Kalsel ke Kalteng, Kaltim, Kaltara, Kalbar. 

Selama Covid-19 ujar Haris, penumpang turun hingga 80 persen. Sementara mereka punya 20 armada yang harus beroperasi. Lantas jika ada larangan mudik maka bagaimana mereka bisa dapat penumpang? 

"Harapan kami adalah dengan datangnya bulan puasa maka ada peningkatan penumpang. Terutama H-7 dan H+7 yang biasanya penumpang meningkat 50 persen, tapi kalau ada larangan mudik maka sirna harapan kami," tukasnya. 

Haris berharap agar pemerintah membantu dengan mencarikan bagaimana solusi nya, supaya usaha mereka tetap bisa hidup. 

Baca juga: Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin Imbau ASN Jangan Mudik dan Cuti

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, Ini Syarat Pengecualian ASN Bepergian Keluar Daerah

Ditambahkan Dahlia, pemilik travel, kalau sampai ada larangan, bisakah pemerintah menjamin kehidupan sehari-hari mereka, untuk memenuhi kebutuhan hidup selama mereka tidak ada penghasilan.

"Kami tidak perlu melakukan demo, tapi penuhi keperluan kehidupan kami kalau dilarang cari penumpang," tandasnya.(Banjarmasin post.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved