Breaking News:

Berita Banjarmasin

Dinas Pendidikan Banjarmasin Keluarkan Pedoman PPDB untuk Sekolah Dasar

Dinas Pendidikan Banjarmasin keluarkan 2 skenario penerimaan murid SD, yaitu secara online dan terbuka atau datang ke sekolah.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Totok Agus Daryanto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah mengeluarkan pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD Tahun Pelajaran 2021/2022.

Ada dua skenario alternatif PPDB di masa pandemi Covid-19. Pertama, pendaftaran secara offline dari tanggal 21 hingga 23 Juni 2021 dari pukul 09.00 - 12.00 Wita.

Pengumuman tanggal 24 Juni 2021, pukul 08.30 Wita dan daftar ulang dari tanggal 24 hingga 25 Juni 2021, pukul 09.00 sampai 13.00 Wita.

Kedua, pendaftaran secara online yang disarankan menggunalan aplikasi google form.

Baca juga: Besok THR ASN Pemko Banjarmasin Dicairkan, Kepala Bekeuda Sebut Kepala SKPD Juga Dapat

Baca juga: Rumah Sakit Ansari Saleh Banjarmasin Launching E-Resep, Tekan Risiko Kesalahan

Waktu pendaftaran dimulai sejak dikeluarkannya pedoman ini atau sejak pengumuman yang dilakukan sekolah, melalui spanduk atau media sosial.

"Menyikapi kondisi sekarang, pada saat tanggap darurat Covid-19, maka diberlakukan dua skenario alternatif yang bisa dilakukan oleh sekolah," kata Kadisdik Banjarmasin Totok Agus Daryanto, Selasa (4/5/2021).

Persyaratan dan seleksi PPDB, jumlah peserta didik yang diterima dalam satu rombongan belajar (rombel) maksimal 28 orang.

Pembagian kuota pada PPDB 2021 untuk tingkat SD terdiri jalur zonasi atau jalur yang disediakan bagi peserta didik yang tinggal dalam satu zona selama minimal satu tahun.

Baca juga: VIDEO Pemilik Motor Berknalpot Bising Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin

Baca juga: Penuhi Syarat Terdaftar di Kemenkumham, Kini DPC Partai Emas Kalsel Ada di 9 Kabupaten Kota

Lalu, jalur afirmasi, jalur yang disediakan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas, dibuktikan dengan keikutsertaan program penanganan keluarga tidak mampu.

Kemudia, jalur perpindahan orangtua atau wali siswa, jalur yang disediakan bagi peserta didik ketika lokasi pekerjaan orangtua atau wali siswa dipindahtugaskan.

"Jalur zonasi sejumlah minimal 80 persen, jalur afirmasi sejumlah minimal 15 persen dan jalur perpindahan tugas orangtua atau wali maksimal 5 persen dari jumlah peserta didik yang diterima," rinci Totok.

Seorang bocah perempuan yang mendaftar di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin mengikuti wawancara bersama panitia PPDB SDN di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin
Seorang anak saat menjalani proses PPDB di SDN Sungai Andai 3 di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (2/5/2019). (Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Lanjut Totok menjelaskan, PPDB untuk jenjang SMP, pihaknya masih belum mengelurakan pedoman.

"SMP nanti, kemungkinan kalau tidak akhir Mei atau awal Juni 2021. Saat ini, aturannya masih kami matangkan," pungkas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Penulis: Muhammad Rahmadi
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved