Sosok Tokoh Banua
Inilah Pendiri Sarikat Islam di Kalsel dan Penanam Nasionalime
Sarikat Islam (SI) tak hanya berkembang di Jawa tapi menyebar hingga ke Kalimantan Selatan. Ada pun pendiri organisasi SI di Banua H Muhammad Arip.
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASIN POST.CO.ID - Sarikat Islam (SI) tak hanya berkembang di Jawa tapi menyebar hingga ke Kalimantan Selatan. Ada pun pendiri organisasi SI di Banua H Muhammad Arip.
Mengutif dari Sejarah Kalsel yang ditulis Wajidi, HM Arip merupakan seorang putera Bakumpai atau kini dikenal Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Dirinya mempunyai peran yang sangat besar dalam menanamkan semangat nasionalisme di Zuider Afdeeling van Borneo (Kalimantan Selatan).
Profesi kesehariannya adalah pedagang yang pulang pergi Banjarmasin-Surabaya. Lewat bisnis niaga ini, HM Arip memperoleh banyak pengalaman, pengetahuan dan hubungan dengan dunia luar, melakukan kontak-kontak dengan tokoh-tokoh pergerakan di tanah Jawa dan melihat kemajuan pergerakan di daerah lain
Sewaktu balik ke kampung halamannya, turut menjadi pelopor atau penggerak organisasi pergerakan di Marabahan.
Baca juga: Kritikan Tajam, Wartawan Tiga Zaman Asal Amuntai Ini Keluar Masuk Penjara
Baca juga: Pelopor Airways Indonesia Asal Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara
Atas saran Vorzitter Central Sarekat Islam, HOS Cokroaminoto, HM Arip mendirikan cabang Sarekat Islam (SI) Kalimantan, bersama rekan-rekannya seperti Sosrokardono. Mereka mendirikan SI di Banjarmasin dan beberapa kota di Kalimantan Selatan.
Pada tahun 1914, Sarekat Islam berdiri di Banjarmasin dan mendapat pengakuan badan hukum (rechtspersoon) dengan besluit Gubernur Jenderal Nomor 33 tanggal 30 September 1914. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pendiri-organisasi-si-di-banua-h-muhammad-arip12.jpg)