Breaking News:

Wisata Alam Pulau Mas HST

Wisata Kalsel, Pulau Mas Kabupaten HST Semula Tempat Pendulangan Emas

Tempat wisata Pulau Mas di Desa Baru Waki, Kabupaten HST, dulunya tempat pendulang emas dari Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tala.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Pengunjung bersantai di pinggir sungai di tempat wisata Pulau Mas, Desa Baru Waki, Kecamatan Batubenawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (16/5/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Nama Pulau Mas pada objek wisata di Desa Baru Waki, Kecamatan Batubenawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, berkaitan dengan sejarah lokasi  ini.

Sebelumnya, Wisata Alam Pulau Mas HST ini memang tempat Pendulangan emas. Lahannya dimiliki H Aidi, warga setempat yang kini tinggal di Desa Haliau.

Menurut Aidi, pada tahun 1986, ramai aktivitas mendulang emas di Sungai Benawa tersebut.

Pendulangnya tak hanya warga setempat, tapi juga warga luar daerah, Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tala (Tanah Laut).

Baca juga: Wisata Kalsel, Sempat Ramai Pengunjung di Pulau Mas Kabupaten HST Sebelum Pandemi

Baca juga: Wisata Kalsel, Tiket Masuk Hanya Rp 5.000 Per Orang di Pulau Mas Kabupaten HST

Pada tahun tersebut, banyak pendulang yang mendapatkan emas. Mereka menggunakan alat linggangan.

Sebagai pemilik lahan, Aidi mengaku tak melarang para pendulang berbagai daerah tesebut masuk.

Namun pada tahun 1990, aktivitas mendulan gpun berhenti. Penyebabnya, lokasi dikuasai pemilik modal yang mengambil  sirtu di sungai menggunakan ekskavator.

Sirtu tersebut dipasok untuk proyek Jalan Pantai Hambawang Kabupaten HST menuju Kota Amuntai Kabupaten HSU (Hulu Sungai Utara).

Baca juga: Wisata Kalsel, Pengunjung Bisa Naik Rakit di Wisata Alam Pulau Mas Kabupaten HST

Baca juga: Wisata Alam Pulau Mas HST Kalsel, Asyik untuk Ngadem di Tepi Sungai Benawa

Baca juga: Berwisata di Pulau Mas HST Kalsel, Nikmati Mandi Air Pegunungan Meratus di Aliran Sungai Benawa

Saat itu, lanjut H Aidi, dirinya  tertarik ikut berbisnis batu kali  yang ditambang secara manual. Lalu, lahan seluas satu hektare tersebut menjadi tempat penumpukan batu. 

“Kemudian saya berhenti berbisnis batu karena kalah bersaing dengan mereka yang punya alat berat. Akhirnya  pada 2018 saya inisiatif menjadikan tempat wisata dan membangun fasilitas kelengkapannya,” kata Aidi.

Menurutnya, dengan menjadikan tempat wisata, dirinya bisa mempekerjakan masyarakat setempat. Mulai dari penjaga parkir, petugas loket hingga warga sekitar yang boleh berjualan di lokasi area wisata.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved