Breaking News:

Berita Kalteng

Pasca Kewajiban Tes Swab PCR Dicabut, Penumpang Kapal Laut dan Pesawat ke Kalteng Diperkirakan Naik

Pencabutan kewajiban swab pcr bagi penumpang kapal laut dan pesawat diperkirakan bakal berdampak meningkatnya jumlah penumpang ke Kalteng

banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kapal angkutan penumpang milik PT Pelni saat sandar di Pelabuhan Sampit, minim penumpang, karena penumpang wajib gunakan Surat Keterangan Sehat PCR  . 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Pengguna kapal angkutan penumpang dan pesawat   yang datang ke Kalimantan Tengah (Kalteng) diperkirakan akan mengalami kenaikkan setelah kewajiban penyertaan hasil swab PCR untuk penumpang tidak diwajibkan lagi meski penumpang wajib sertakan pemeriksaan antigen saja.

Pencabutan surat edaran Gubernur Kalteng yang mewajibkan penumpang kapal laut dan penumpang pesawat wajib menyertakan surat keterangan sehat (Suket) hasil swab negatif PCR tersebut selama ini membuat penumpang kapal laut dan pesawat yang ingin masuk Kalteng turun.

Hal itu, karena biaya yang dikeluarkan terlalu besar yang ditanggung penumpang.

"Saya  kemarin ingin ke Sampit bersama suami, tapi biaya PCR besar sehinga akhirnya suami ditinggal saya sendirian pulang kampung di Sampit. Surat edaran Gubernur Kalteng yamg mewajibkan PCR bagi penumpang, memberatkan, makanya hanya saya yang balik kampung suami dan anak masih di jawa," ujar Khusnul Khatimah, salah satu warga Jalan Iskandar Sampit, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Tak Kenakan Masker, Puluhan Pengunjung Kafe di Palangkaraya di Tes Swab PCR dan Antigen

Baca juga: Kalteng Cabut Kewajiban Suket Hasil PCR untuk Penumpang Pesawat

Baca juga: 12 Hari Operasi Ketupat, Polda Kalteng Amankan 12 Tersangka Pemalsuan Suket Antigen

Rosana salah satu petugas KKP Pelabuhan Sampit, mengakui, terjadi penurunan kedatangan penumpang Kapal Laut dari  Pulau Jawa yang datang ke sampit akibat kebijakan tersebut.

"Biasanya arus balik lebaran penumpang kapal di Sampit cukup banyak , tapi saat pemberlakuan wajib Suket tes swab negatif PCR kemarin penumpang yang datang minim sekali," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Eko Marsoro, melansir, selama Juni 2019, Jumlah penumpang kapal laut naik 64,10 persen, meskipun kunjungan kapal turun 13,92 persen.

Jumlah penumpang angkutan laut dan udara selama April 2021 mengalami kenaikan dibanding Bulan Maret 2021, masing-masing naik sebesar 45,68 persen dan 9,79 persen.

"Frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalimantan Tengah turun 3,81 persen, dari 788 kunjungan  pada Maret 2021menjadi 758 kunjungan April 2021.

Jumlah penumpang angkutan laut naik 45,68persen,dari 17.274  orang pada Maret 2021 menjadi 25.164 orang
pada Bulan April 2021," ujarnya.

Aktivitas penumpang angkutan laut terkonsentrasi di Pelabuhan Kumai  sebanyak 74,72 persen , sedangkan volume arus barang di Pelabuhan Sampit  mencapai 47,61 persen,  frekuensi penerbangan naik 9,65 persen, dari 1.047 penerbangan  Bulan Maret 2021 menjadi 1.148 penerbangan  Bulan April 2021.

Baca juga: Ini, Pembuat Suket Antigen Palsu di Perbatasan Kalsel Kalteng, Raup Jutaan Rupiah

Sedangkan, jumlah penumpang angkutan udara naik 9,79 persen, dari 63.684 orang  Bulan Maret 2021 menjadi 69.917 orang  Bulan April2021.

Lalulintas barang menggunakan angkutan udara naik 7,34 persen, dari 899 ton  Bulan Maret 2021 menjadi 965 ton Bulan April 2021. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved