Breaking News:

Berita Kalteng

VIDEO Tanggapan Calon Jemaah Haji di Kapuas Terkait Pembatalan Keberangkatan Tahun Ini

Calon jemaah haji dari Kabupaten Kapuas Kalteng mengambil sisi positif dari pembatalan haji ke Tanah Suci tahun 2021 oleh pemerintah pusat.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Sejumlah calon jemaah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah,  memberikan tanggapan terkait pembatalan haji 2021 ke Tanah Suci oleh pemerintah pusat.

Misal diungkapkan MAS Muntoha, salah satu calon jemaah haji asal Kapuas.

"Sebagai calon jemaah haji, menerima dengan lapang dada. Bahwasanya, pemerintah demi keamanan dan keselamatan dan tentu sudah melalui kajian, memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji lagi tahun ini," katanya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (8/6/2021).

Walaupun sudah dua tahun tidak jadi berangkat, secara manusiawi pasti ada rasa kecewa.

Baca juga: Gelar Dagangan di Badan Jalan, Pedagang di Pasar Kapuas Kena Tegur Satpol PP

Baca juga: Pimpin Apel Operasi Yustisi, Ini yang Disampaikan Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat

"Tetapi anggap ini berlatih bersabar dan juga harus husnudzon kepada Allah SWT dan pemerintah Indonesia secara positif," ungkap lelaki yang bertugas sebagai Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Selat, Dinas Pendidikan Kapuas tersebut.

Berarti, imbuhnya lagi, Allah akan memberikan yang lebih baik di tahun mendatang, Allah akan membuat rencana luar biasa nanti di tahun mendatang bagi calon jemaah haji asal Indonesia.

"Saya juga tidak akan mengambil dana yang sudah diniatkan untuk ibadah haji dan tetap saya percayakan kepada pemerintah," tandasnya.

Calon Jemaah Haji asal Kapuas lainnya, Hanyi, mengungkapkan hal senada. "Saya pikir ini kebijakan yang sudah dipertimbangkan oleh pemerintah sebaik-baiknya untuk keselamatan jiwa calon jemaah haji," katanya.

Baca juga: Seleksi CPNS Kalteng, Pemkab Kapuas Gelar Pemetaan Kebutuhan

Baca juga: Satpol PP Kapuas Gelar Patroli Rutin, Disiplinkan Penerapan Protokol Kesehatan

Lelaki berkacamata itu berpendapat kebijakan ini adalah yang terbaik untuk jemaah, artinya sebagai jemaah juga menyadari kalau hal ini dipaksakan akan beresiko kepada jiwa.

Halaman
12
Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved