Breaking News:

Berita Tabalong

Abaikan Prokes, Pengelola dan Pengunjung Kafe di Kelua Tabalong di Rapid Antigen

Belasan orang menjalani pemeriksaan rapid antigen di tempat, dalam penertiban jam operasional dan prokes di kafe di Tabalong

Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/dony usman
pemeriksaan rapid antigen dilakukan di kafe yang kedapatan langgar jam tayang dan abai prokes 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Dalam penertiban jam operasional dan prokes di kafe yang ada di Kecamatan Kelua, Tabalong, Sabtu (12/6/2021) malam, belasan orang harus menjalani pemeriksaan rapid antigen di tempat.

Ini setelah petugas gabungan terdiri dari Satpol PP Kabupaten Tabalong bersama tiga pilar kecamatan Kelua dan petugas kesehatan, mendapati ada sebush kafe yang buka melanggar jam operasional dan abai prokes.

Sesuai ketentuan yang diatur dalam Perbup Tabalong No 18 tahun 2021, selama masa pandemi ini kafe hanya diizinkan buka hingga pukul 22.00 wita.

Tempat nongkrong yang didapati masih buka di atas pukul 22.00 wita itu, Cafe 21 di Desa Pudak Setegal, Kecamatan Kelua, yang di dalamnya juga dilengkapi hiburan live musik.

Baca juga: Razia Kafe di Kecamatan Kelua Tabalong, dari Enam Sasaran Satu Kedapatan Langgar Jam Operasional

Baca juga: Operasi Pekat Berantas Premanisme, Pemuda Bersajam Diamankan Jatanras Polres Tabalong

Selain melanggar jam operasional, petugas gabungan juga mendapati di dalam kafe tersebut ada yang tidak membawa dan mengenakan masker.

Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Kelua, Sakam, mengatakan, penindakan diberikan petugas untuk kafe yang kedapatan melanggar jam operasional dan abai terhadap prokes.

Penindakan yang diberikan selain melayangkan teguran, imbuh Camat Kelua ini, juga ada dilakukan pemeriksaan rapid antigen di tempat.

"Untuk kafe yang kita dapati masih buka melebihi batas waktu operasional kita lakukan rapid antigen," katanya.

Rapid antigen ini dilakukan secara acak terhadap pengunjung terutama bagi yang melanggar prokes dan juga dari pihak pengelola kafe.

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Kotabaru Berencana Lakukan Pengurangan Tenaga Non Pegawai

Baca juga: Penemuan Bayi di Kalteng, Ditemukan Menangis di Pinggir Jalan Baritoraya, Bayi Ini Dibungkus Kain

Totalnya ada 14 orang yang jalani rapid antigen, masing-masing sembilan orang pengunjung serta lima orang dari pihak kafe.

Untuk pihak kafe yang diminta petugas menjalani rapid antigen terdiri dari pelayan dan juga pengelola.

Dari belasan yang jalani rapid antigen tersebut hasilnya diketahui tidak ada yang terindikasi positif.

Selanjunya kepada pengeloa kafe diberikan teguran dan apabila kedapatan mengulangi maka akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

(banjarmasinpost.co.id/donyusman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved