Bitcoin dan Kripto
Kurs Bitcoin Hari Ini, Begini Cara Investasi Bitcoin & Daftar 13 Pedagang Aset Kripto di Indonesia
Kurs bitcoin hari ini 1 bitcoin senilai Rp 567,479,682. Simak Panduan Investasi Bitcoin, Daftar 13 Pedagang Aset Kripto Diakui Bappebti di Indonesia
Penulis: Mariana | Editor: Royan Naimi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Hari ini Kamis (17/6/2021), kurs bitcoin hari ini 1 bitcoin senilai Rp 567,479,682 (sumber google yang mengutip Data provided by Morningstar for Currency and Coinbase for Cryptocurrency).
Bitcoin adalah salah satu mata uang kripto, mata uang digital yang saat ini jadi salah satu pilihan berinvestasi.
Namun, karena risiko cukup tinggi, maka bitcoin tergolong investasi high risk.
Oleh karena itu, bagi yang ingin berinvestasi bitcoin, apalagi pemula, haruslah sangat hati-hati.
Baca juga: Daftar Harga Mata Uang Kripto Terbaru : Sedikit Turun, Bitcoin Masih Mumpuni
Baca juga: Harga Mata Uang Kripto Melejit, Ini Daftar Rinciannya Setelah Elon Musk Kembali Terima Bitcoin
Berikut cara memulai berinvestasi. Dalam memulai investasi, calon investor membuka rekening pada pedagang aset kripto.
Ada 13 pedagang aset kripto yang diakui oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Investasi di aset kripto menjadi populer akhir-akhir ini, seiring dengan tren kenaikan harganya yang cukup signifkan.
Pemerintah pun sudah melegalkan transaksi kripto, tetapi sebagai aset investasi bukan alat pembayaran.
Saat ini ada sekitar 8.472 jenis kripto yang tersebar di dunia. Namun, Bappebti hanya mengakui 229 kripto yang bisa diperdagangkan di Indonesia, diantaranya bitcoin, ethereum, tether, dan ripple.
"Memang tren harganya meningkat, inilah yang menyebabkan banyak orang tertarik berinvestasi di aset kripto," ujar Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi dalam webinar bertajuk Mengenal Perdagangan Fisik Aset Kripto di Indonesia, dilansir Banjarmasinpost.co.id dari Kompas.com.
Ia pun mengungkapkan skema investasi di aset kripto bagi masyarakat yang tertarik.
Berikut cara berinvestasi bitcoin:
1. Buka rekening
Untuk mulai berinvestasi, calon investor harus lebih dulu membuka rekening pada pedagang fisik aset kripto yang berizin.
Saat ini ada 13 pedagang aset kripto di Indonesia yang sudah mendapatkan izin Bappebti.
Baca juga: Sejarah Mata Uang Digital Bitcoin dan Cara Kerjanya, Kini Hampir Tembus 40 Ribu Dollar AS Per Keping
- PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax).
- PT Crypto Indonesia Berkat (Tokocrypto).
- PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex).
- PT Indonesia Digital Exchange (Idex).
- PT Pintu Kemana Saja (Pintu).
- PT Luno Indonesia Ltd (Luno).
- PT Cipta Koin Digital (Koinku).
- PT Tiga Inti Utama (Triv).
- PT Upbit Exchange Indonesia (Upbit).
- PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Rekeningku.com).
- PT Triniti Investama Berkat (Bitocto).
- PT Plutonext Digital Aset (Pluto Next).
- PT Bursa Cripto Prima.
"Setelah lulus prosedur Know Your Customer (KYC), maka calon pelanggan (investor) dapat disetujui menjadi pelanggan, lalu diberikan akun untuk dapat bertransaksi," jelas Sahudi.
2. Setor dana ke rekening
Untuk memulai transaksi, investor harus menyetor dana ke rekening terpisah pedagang aset fisik kripto untuk bisa membeli bitcoin cs.
Sebanyak 70 persen dana itu disimpan pada lembaga kliring dan 30 persen disimpan pada pedagang fisik aset kripto.
3. Jual beli kripto
Selain bisa membeli kripto, investor juga bisa menjual kripto yang sudah dimilikinya.
Namun semua transaksi baik berupa pembelian atau penjualan kripto harus menggunakan mata uang rupiah, yang merupakan alat pembayaran sah di Indonesia.
"Jadi transaksi aset kripto dilakukan dengan uang rupiah, tidak dengan mata uang asing," ujar dia.
Sahudi mengatakan, kripto yang telah ditransaksikan, akan disimpan oleh pedagang komoditi aset kripto di depository, baik yang sifatnya hot wallet maupun cold wallet di pengelola tempat penyimpanan.
Adapun cold wallet dan hot wallet merupakan tempat penyimpanan aset kripto. Perbedaan utama keduanya adalah hot wallet terhubung dengan internet, sedangkan cold wallet tidak terhubung.
Lantaran sifat hot wallet yang daring, investor dapat mengakses aset kripto yang dimiliki dengan mudah, namun lebih rentan terhadap ancaman peretasan.
Baca juga: Harga Bitcoin Makin Kinclong, Per Keping Kini Senilai Rp 552,76 Juta, Gegara Elon Musk?
Sementara cold wallet karena bersifat offline menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi dari ancaman digital, tapi rentan terhadap ancaman fisik.
Suhadi menambahkan, dalam mekanisme transaksi aset kripto, lembaga kliring berjangka akan melakukan verifikasi terhadap jumlah keuangan dengan aset kripto yang terdapat pada pengelola tempat penyimpanan.
Sementara itu, pedagang aset fisik aset kripto, lembaga kliring berjangka, dan pengelola tempat penyimpanan akan melaporkan data transaksi secara periodik kepada Bappebti dan bursa berjangka sebagai referensi harga dan pengawasan pasar.
"Hal-hal ini untuk pengamanan aset kripto, terutama bagi masyarakat yang melakukan transaksi aset kripto," pungkasnya.
Kurs Bitcoin Hari Ini
Mengutip laman google yang mengutip Data provided by Morningstar for Currency and Coinbase for Cryptocurrency) 1 Bitcoin sama dengan Rp 567,479,682.
Adapun dilansir Kontan.id, harga Bitcoin pada Kamis (17/6/2021) sempat jatuh ke level US$ 38.000, menyusul penyataan pejabat The Fed yang menyebutkan kenaikan suku bunga pada akhir 2023, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Mengacu data Coin Desk, harga Bitcoin pada Rabu sempat terlempar ke posisi US$ 38.131,33. Tapi, pukul 13.47 WIB, harga uang kripto ini ada di US$ 39.197,17 atau turun 3,25 persen dari posisi 24 jam sebelumnya.
The Fed juga mengerek perkiraan inflasi tahun ini menjadi 3 persen, dari proyeksi Maret lalu sebesar 2,2 persen. Sebagian besar karena faktor sementara.
"Proyeksi yang ditingkatkan masih mendukung argumen bahwa The Fed bisa mengumumkan rencana tapering yang bergantung pada kemajuan di akhir musim panas, dengan tapering dimulai pada Januari 2022," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda, kepada CoinDesk.
Moya memperkirakan, aset berisiko, termasuk kripto, akan menghadapi beberapa tekanan jangka pendek karena tanda-tanda inflasi yang mengkhawatirkan.
Kenaikan harga bisa mengakibatkan kebijakan tapering The Fed lebih cepat dari perkiraan.
Menurut QCP Capital, pernyataan bank sentral AS yang hawkish membebani harga kripto.
"Semua taruhan dibatalkan, dan pasar (kripto) akan mengunjungi kembali posisi terendah baru-baru ini," sebut QCP Capital.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
Baca juga: Harga Bitcoin Terus Menanjak Menuju US$ 40.000, Trader Acuhkan Sentimen Negatif dari China
Baca juga: Bitcoin Bisa Jadi Mata Uang untuk Perdagangan Global, Sempat Sentuh Rp 812 Juta Per Keping
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-bitcoin_0.jpg)