Breaking News:

Btalk

B-Talk, Digitalisasi Pemasaran UKMI di Daerah Adalah Kata Kunci

KabupatenTapin, Kalimantan Selatan, terkenal dengan tambang batu baranya. Namun komoditas ini mulai surut. Pandemi Covid-19 pun mendera perekonomian T

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost /Nurholis Huda
Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tapin, Hj Renny Kartika S.SE di program BTalk, Hj Reny Kartika dipandu oleh jurnalis Banjarmasin Post, Syaiful Akhyar. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIPOST.CO.ID, BANJARMASIN-KabupatenTapin, Kalimantan Selatan, terkenal dengan tambang batu baranya. Namun komoditas ini mulai surut. Pandemi Covid-19 pun mendera perekonomian Tapin.

Tentu ini menjadi beban pikiran Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tapin, Hj Renny Kartika S.SE, MM. Renny Kartika pun mengutarakan masalah tersebut di program BTalk, Hj Reny Kartika ketika dipandu oleh jurnalis Banjarmasin Post, Syaiful Akhyar.

Menurut Renny, secara umum memang mengalami perlambatan pertumbuhan usaha dan belum mksimal untuk papa saat pandemi ini. Memang ada bisnis yang bertahan, seperti kuliner yang tidak pernah ada surut extensinya karena itu kebutuhan keseharian.

Dipaparkannya, kiat untuk memulihkan UMKM setelah "sakit" ketika Pandemi Covid 19,
salah satu kiatnya dorongan untuk terlibat aktif dalam digitalisasi. Sebab, zaman sekarang serba online. Oleh karena nya pelaku UMKM harus melek pasar terhadap promosi yang dilakukan di media sosial.

Baca juga: BTalk BPost : Jadi Pemicu Penyakit dari Strooke hingga Jantung, Waspadai Hipertensi Sejak Dini

Baca juga: Btalk, Pandemi Covid-19, Inilah Tips agar Anak tak Bosan Belajar dari Dosen Psikologi UMB

Baca juga: BTalk, Sekjen BKPRMI Pusat Sebut Penghapal Qur’an Prioritas Masuk Perguruan Tinggi

Baca juga: BTALK :  Kenali Penyakit Asam Lambung Sejak Dini

Soal UMKM turunan cabai hiung, Renny menyatakan HIPMI akan menjembatani agar pemasarannya lebih luas. Tentunya jika HIPMI masuk, maka otomatis akan menambah daya pemasaran termasuk di digitalisasinya.

Dipaparkannya, untuk kerajinan semisal purun, juga ada UMKM di sektor Purun yang, kita ambil langkah kecil sosialisasi digitalisasi, mengenakan produk lewat media sosial. “Saya rasa tidak ada kata lain kalau Dikala Pandemi maka digitalisasi pemasarannya harus dimasifkan,” katanya.

Dipaparkanya, saa pandemi tidak bergerak bebas dan semen da batasan. Karena itu Digitalisasi adalah jalan keluar. Kalau pemasaran manual maka akan lambat. BPC Tapin berharap kepada pemerintah dan stake holder agar UMKM bisa bangkit, yakni pemerintah maupun stake holder.

lebih memperhatikan pelaku UMKM karena pemahaman tentang digitalisasi dan potensi media sosial sebagai sarana promosi masih belum dilaksankan secara maksimal dan bisa bekerjasma dengan hipmi untuk terlibat langsung memberikan sosialisasi dan pelatihan agar UMKM mampu merambah pasar lebih luas. (Banjarmasinpost /Nurholis Huda).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved