BTalk
BTALK : Memilih Cemilan Bergizi Untuk Anak, Begini Tips Dosen Gizi Stikes Husada Borneo
Ngemil menjadi kebiasaan sebagian orang, tak terkecuali anak-anak. Bagaimana memilih cemilan bergizi, Dosen Gizi Stikes Husada Borneo berikan tips ini
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ngemil menjadi kebiasaan sebagian orang, tak terkecuali anak-anak. Semakin maju zaman dan teknologi, semakin beragam cemilan.
Namun cemilan instan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan terutama pada anak-anak.
Lantas bagaimana kita menyikapinya. Bagaimana juga memilih cemilan yang bergizi dan menyehatkan?
Pada program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa (29/6/2021) pukul 16.00 Wita, soal cemilan ini dibahas bersama Nany Suryani S.Gz, M.Biomed, Dosen Ilmu Gizi Stikes Husada Borneo.
Baca juga: Daftar Makanan Mengandung Kolagen : Berikut Manfaat dan Kandungannya Bagi Tubuh
Baca juga: Cara Mengetahui Penyakit Darah Tinggi, Daftar Makanan Obat Hipertensi Alami dan Makanan Pemicunya
Baca juga: Waspada 5 Jenis Makanan Minuman Penyebab GERD, Simak Tips Mencegah Penyakit Asam Lambung Sejak Dini
Program yang dipandu Agus Rumpoko, Jurnalis BPost ini tayang live dan bisa kembali Anda simak di Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facabook BPost Online.
Dikatakan Nany, cemilan adalah makanan tambahan selain makanan utama. Cemilan adalah selingan sehingga porsinya? juga ada batasan.
"Cemilan tetap diperlukan baik bagi anak-anak, remaja maupun dewasa. Hanya saja cemilan itu harus mengandung gizi seimbang," ujarnya.
Bagaimana dengan cemilan berupa snack atau makanan ringan kemasan? Menurut Nany boleh saja sesekali dan bukan menjadi kebiasaan harian.
"Snack kemasan itu apakah bergizi? Jika kita lihat di label kemasan ada komposisi gizinya. Tapi apakah gizinya seimbang? Sementara pada snack kemasan itu biasanya mengandung natrium dan pengawet juga pemanis buatan," jelasnya.
Bagi anak-anak kebutuhan energi hariannya adalah 1.200 kalori. Makanan tambahan dari cemilan hanya diperlukan 10-15 persen atau 120 kalori.
Nah, jika suka ngemil snack kemasan, apakah bisa diukur kecukupannya atau mungkin berlebih.
Belum saat ini lagi tren main gadget. Bagaimana jadinya main gadget sambil ngemil. Itu tak terasa, kita tidak tahu seberapa banyak kalori yang masuk.
Jadi, menurut Nany cemilan yang baik itu adalah olahan orangtua sendiri. Karena orangtua tahu apa saja yang diolah dan bagaimana kandungan gizinya.
"Buah sangat bagus sebagai cemilan. Tapi bukan buah yang diolah jadi aneka makanan tapi bujah segar atau istilahnya buah potong. Kenapa? Buah segar kandungan gizinya antara lain vitamin, serat, masih asli," jelas Nany.
Berbeda halnya dengan buah yang diolah, misal nenas yang dijadikan keripik. Itu jelas ada kandungan minyak dari menggoreng. Ada zat tambahan yaitu garam atau penyedap rasa.