Breaking News:

Korupsi Kalsel

Korupsi Kalsel : Baca Nota Pembelaaan, Kades Kersih Putih Tanbu Minta Dibebaskan dari Dakwaan

Mantan Kades Kersik Putih Tanbu menyampaikan nota pembelaan di Pengadilan Tipikor Banjar. Ia bersama kuasa hukumnya meminta dibebaskan dari dakwaan

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Penasihat Hukum terdakwa perkara dugaan tipikor dana desa Kersik Putih Kabupaten Tanbu Tahun 2016 2017 membacakan nota pembelaan, Senin (5/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang menyeret nama Mantan Kades Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanahbumbu, Rahmatullah kembali digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin, Senin (5/7/2021).

Dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sutisna Sarasti bersama dua Hakim Anggota, sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan ini berlangsung singkat kurang lebih hanya tiga puluh menit.

Pada sidang kali ini, selain oleh kuasa hukumnya, terdakwa yang mengenakan kemeja lengan pendek merah membacakan pula nota pembelaan pribadi.

Ia menyampaikan sejumlah poin pembelaan, di antaranya menyinggung terkait logika dan mekanisme pencarian dana desa.

Baca juga: Korupsi Kalsel : Sidang Tipikor Dana Kas PD Baramarta, Mantan Bupati Banjar Dihadirkan Jadi Saksi

Baca juga: Divonis Bebas Pengadilan Tipikor, Seketaris Desa Simpang Warga Kabupaten Banjar Merasa Gembira

Terdakwa menyebut, dalam tahapan pencairan dana desa diperlukan adanya sejumlah syarat.

Salah satunya rekomendasi dan verifikasi dari sejumlah pihak, termasuk dari tim verifikasi kecamatan, tim verifikasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Inspektorat Daerah.

"Timbul pertanyaan bagaimana mungkin saya bisa mencairkan dana desa di 2018/2019 jika di 2016/2017 itu dinyatakan bermasalah," ucap terdakwa.

Sedangkan penasihat terdakwa, Diankorona Riadi menyatakan, dalam poin pembelaan pihaknya meminta Majelis Hakim untuk membebaskan kliennya dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

"Intinya sebagai kuasa hukum terdakwa, kami inginkan untuk minta bebas," kata Diankorona.

Diankorona mengatakan, jika mengacu pada dakwaan, kliennya didakwa menimbulkan kerugian negara karena diduga menyelewengkan dana kurang lebih Rp 820 juta dari proyek pekerjaan yang nilainya kurang lebih Rp 1 miliar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved