Breaking News:

Berita Banjarmasin

Sidang Perkara PHP Pilgub Kalsel Ditunda hingga Jumat

Dalam putusannya MK meminta agar pemohon pasangan cagub Kalsel nomor urut 02 Denny Indrayana dan Difriadi (H2D) melengkapi bukti-bukti

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
Tim Hukum H2D untuk BPost
Denny Indrayana telah mendaftar kembali menyampaikan gugatan hasil PSU Pilgub Kalsel ke MK, Senin (21/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Gubernur Kalimantan Selatan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) ditunda hingga hari Jumat (23/7/2021) pukul 09.00 WIB.

Sidang yang diketuai Aswanto Rabu (21/7/2021) terpantau Banjarmasinpost.co.id dilanjutkan pada Jumat dengan agenda penyampaian jawaban pemohon dan termohon, serta keterangan Bawaslu dan keterangan pihak terkait.

Dalam putusannya MK meminta agar pemohon pasangan calon gubernur Kalsel nomor urut 02 Denny Indrayana dan Difriadi (H2D) dapat melengkapi bukti-bukti karena masih ada beberapa yang belum dilengkapi dengan alat bukti.

"Alat bukti tambahan kita sahkan pada sidang berikutnya, sebelum sidang alat bukti bisa diserahkan agar kita bisa lakukan verifikasi," ujar Aswanto.

Baca juga: Tim Denny Indrayana Perbanyak Alat Bukti Jelang Sidang MK tentang PSU Pilgub Kalsel

Baca juga: Sidang PSU Pilgub Kalsel Digelar Besok di MK, Ini Tanggapan Kedua Kubu

Bawaslu Kalsel juga sebut Aswanto dalam putusan meminta agar tak mengkanter keterangan beberapa pihak, namun menyampaikan yang sudah dilakukan dalam pengawasannya.

Sementara pemohon tim H2D, melalui siaran persnya yang disampaikan kuasa hukum H2D, Bambang Widjojanto mengatakan ada 7 dalil permohonan disertai 610 alat bukti yang diajukan.

Tujuh dalil permohonan yang dianggap pelanggaran dan kecurangan PSU tersebut meliputi 1. Politik uang TSM Paslon 1 di seluruh kecamatan PSU, 2. Cagub Sahbirin Noor secara langsung melakukan politik uang, 3. Paslon 1 menggunakan birokrasi dan aparat desa sebagai tim sukses (timses), 4. Intimidasi dan premanisme guna memenangkan Petahana 5. penegakan hukum Bawaslu tidak berjalan, 6. KPU Kalsel berpihak kepada Petahana, 7.KPU Kalsel mengacaukan DPT, misalnya dengan kehadiran pemilih yang berbeda antara absen dan C hasil, serta NIK pemilih yang sengaja berbeda antara undangan dan KTP.

Baca juga: Iduladha 1442 H, SMAN 2 Banjarbaru Terima Sumbangan Sapi Kurban dari Bupati Banjar

Baca juga: Iduladha 1442 H, KNPI Kalsel Gandeng PDAM Bandarmasih Salurkan Hewan Kurban

Diketahui hasil PSU Pilgub Kalsel digugat H2D ke MK.

Dalam Pilgub Kalsel ada dua pasangan calon yakni pasangan calon gubernur Kalsel nomor urut 01 Sahbirin Noor dan Muhidin (BirinMu), dan nomor urut 02 Denny Indrayana dan Difriadi.

Hasil suara PSU sendiri unggul BirinMu dengan selisih suara 2,5 persen dari H2D.

Banjarmasinpost.co.id/Milna

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved