BTalk

BTalk, Menurut dr Vina dari RSUD Ansari Saleh untuk Atasi Vitiligo yang Bisa Bikin Depresi

Vitiligo karena kelainan genetik atau terpapar kimia atau matahari, bisa diobati menurut dr Dwiana Savitri dokter spesialis kulit di RSUD Ansari Saleh

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Spesialis Kulit Kelamin RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, dr Dwiana Savitri SpKK FINSDV FAADV, dipandu Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post, membahas tentang Vitiligo si Putih bukan Panu dalam program tayangan BTalk, Selasa (27/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Putih-putih di kulit tapi bukan panu. Awalnya bercak kecil kemudian melebar yang tentunya bikin penampilan jadi tidak sedap dipandang. Itulah penyakit kulit vitiligo.

Ya, penyakit vitiligo ini memang tidak menggangu bagian dalam organ tubuh tapi mengganggu penampilan. Apalagi vitiligo umumnya muncul di wajah dan tangan yang notabene tak tertutupi pakaian. 

Apa dan bagaimana vitiligo ini, dibahas di acara BTalk, Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa 27 Juli  2021, pukul 16.00 Wita,  dengan tema Vitiligo si Putih bukan Panu. 

Narasumbernya, dr Dwiana Savitri SpKK FINSDV FAADV, Spesialis Kulit Kelamin RSUD Ansari Saleh Banjarmasin,  dipandu Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post. 

Dipaparkan dr Dwiana yang juga akrab dipanggil dr Vina, vitiligo bisa terjadi karena beberapa sebab, salah satunya adalah kelainan genetik yang diturunkan oleh orangtua, kakek-nenek atau malah di atasnya. 

Baca juga: BTalk, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa UM Banjarmasin: Lunturnya Karakter Anak Akibat Pandemi

Baca juga: Btalk, Kekerasan terhadap Anak Bisa Dicegah, Pahami Tahapan Perkembangan Anak

"Penyakit ini juga bisa disebabkan autoimun atau suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel tubuh yang sehat, termasuk sel pigmen tubuh," jelasnya. 

Autoimun bisa disebabkan karena pola hidup tidak teratur sehingga vitiligo akan lebih cepat penyebarannya. Pola hidup itu misal suka begadang, itu akan mengganggu imun tubuh, memicu penyebaran vitiligo. 

Faktor lain, stres, kemudian bisa juga karena kulit terbakar akibat sinar matahari, atau paparan bahan kimia yang juga diduga dapat memicu terjadinya vitiligo.

Gejala vitiligo diawali munculnya bercak hipopigmentasi di tubuh. Pada awalnya, bercak yang muncul berwarna lebih muda dari kulit, kemudian akan memutih secara bertahap. 

Kemunculan bercak dimulai di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, yaitu wajah, bibir, tangan dan kaki, kemudian menyebar ke bagian tubuh lain.

Vitiligo si Putih bukan Panu, dibahas dalam tayangan BTalk bersama Spesialis Kulit Kelamin RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, dr Dwiana Savitri SpKK FINSDV FAADV, dipandu Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post, Selasa (27/7/2021).
Vitiligo si Putih bukan Panu, dibahas dalam program tayangan BTalk bersama Spesialis Kulit Kelamin RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, dr Dwiana Savitri SpKK FINSDV FAADV, dipandu Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post, Selasa (27/7/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN)

"Paling nampak adalah pada orang berkulit gelap, warnanya jadi terlihat berbeda. Bagi kukit putih mungkin tidak terlalu terlihat tapi ya sebaiknya mesti juga diatasi," ujar dr Vina. 

Saat berobat ke dokter spesialis penyakit kulit, maka akan didiagnosis dulu. Baru kemudian dilakukan pengobatan berupa treatment. 

"Ada beberapa cara pengobatan, bisa dengan memberikan cairan atau salep pada kukit yang vitiligo, bisa dengan foto terapi sinar yang dilakukan seminggu tiga kali. Treatment-treatment tersebut akan memberikan perubahan pada tentang waktu 6-12 bulan," papar dr Vina. 

Namun jika vitiligo sudah 80 persen di kulit tubuh, maka harus membuang pigmennya, sekijur kulit di tubuh diputihkan. Contohnya seperti kulit putih king of pop mendiang Michael Jackson. Namun efeknya adalah fisik tak tahan lama berada di bawah siraman sinar matahari. 

"Adapula dengan cara cangkok kulit. Jadi kulit normal diambil di bagian lain tubuh kita  dan ditempatkan di kulit kita yang kena vitiligo agar tumbuh pigmennya," jelas dr Vina. 

Baca juga: BTalk : Cantik dengan DNA Salmon

Baca juga: BTalk, Bincang tentang Buku Sihir Gawai Gawai Karya Rektor UIN Antasari Mujiburrahman

Terapi sederhana yang bisa dilakukan sendiri adalah memakai foundation untuk kamuflase warna kulit tubuh. 

Mengenai usia yang bisa kena vitiligo, ada pasien dr Vina yang baru berusia 7 tahun menderita vitiligo. Hal ini bisa karena genetika dan di usia muda itu bisa lebih cepat dihilangkan. 

Adapula pasien 18 tahun yang separuh wajahnya vitiligo. Pada kasus ini selain terapi kulit ia juga terapi jiwa. Sebab vitiligo telah membuatnya depresi karena tak percaya diri. Dan hasil kedua terapi itu berhasil.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved