Berita Ekonomi
Harga Porang Basah Stabil Rp 7.000 Per Kilo, Petani Dapat KUR dari Pemerintah
Setelah porang masuk dalam komoditas ekspor dari Balangan Kalsel ke Jepang, harga Porang masih tetap stabil di harga Rp 7.000.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah porang masuk dalam komoditas ekspor dari Balangan Kalsel ke Jepang, harga Porang masih tetap stabil di harga Rp 7.000.
Ketua Asosiasi Petani Porang Kalsel, Joni Sulistianto, membenarkan bahwa harga porang masih membaik.
"Harga umbi basah saat ini kisaran 7000/ kilogram. Sedangkan untuk chip kering (ekspor) Rp 60 ribu per kilogram," kata Joni Sulistianto.
Dijelaskan dia, saat ini untuk Kalsel, perluasan budidaya 2021 sangat Luar biasa. Terlebih di Balangan para kawan petani sangat Bergairah untuk tanam porang.
Baca juga: Petani Porang Memakai Pengeringan Matahari, Dinas Pertanian Balangan Tawarkan Oven
Baca juga: Pembudidayaan Tanaman Porang Ternyata Mudah, Bernilai Ekspor Sangat Tinggi
Baca juga: Kisah Pemulung Jadi Pengusaha Porang Jadi Motivasi Warga untuk Memulai Bisnis
Baca juga: Bukan Banjar dan Tala, Tapi Balangan Lebih Dulu Ekspor Porang Chip ke Jepang
Masih dijelaskan dia, petani Porang kini makin bergairah, sebab sekarang petani Porang Balangan telah mendapatkan fasilitas kredit KUR dari Bank BNI, dimana mekanisme pembayaran setelah panen.
"Artinya petani tidak bayar angsuran setiap bulan," sebutnya.
Masih menut dia, Program KUR Porang BNI, adalah satu-satunya dan pertama di Kalsel/ Kalimantan. Sedangkan di tingkat Nasional baru Baralang dan z Surabaya saja.
"Untuk pengiriman masih setiap bulan, hanya saja kuota kita tidak terpenuhi jadi sistem pengiriman sementara harus lewat Jatim, untuk memenuhi kuota). Tapi bulan depan akan kami ekspor melalui Kalsel lagi," sebutnya.
Beberapa bulan yang lalu,
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Banjarmasin, untuk pertama kalinya melakukan sertifikasi ekspor porang (Amorphophallus Muelleri) asal Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.
Ekspor tersebut sebanyak 10 ton dari total permintaan sebanyak 100 ton, yang harus dipenuhi dalam waktu lima bulan.
Komoditas asal sub sektor tanaman pangan ini, di ekspor ke Negara Jepang dalam bentuk chips, oleh PT Buana Alam Lestari dengan nilai ekonomi senilai Rp 560 juta.
Porang diberangkatkan melalui Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, menggunakan moda transportasi laut, yaitu KM Tanto Langgeng V.220 menuju Pelabuhan Ishigaki Jepang.
Pj Sekda Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar berharap agar kegiatan ekspor tersebut terus berkelanjutan. Sebab menurutnya porang memiliki potensi besar terlebih proses pembudidayaannya yang mudah.
"Semoga ini tidak menjadi awal dan terakhir, tetapi ini bisa menjadi awal mula pengembangan porang di Kalsel," ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda ).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/suasana-pengiriman-ekpor-perdaba-porang-dari-kalsel-ke-jepang-safasdf.jpg)