Breaking News:

Berita Banjarmasin

VIDEO SDN 1 Sungai Jingah Terpilih Dalam Program Pendampingan Psikososial Kemendikbud

SDN 1 Sungai Jingah Banjarmasin menjadi satu dari 10 sekolah, yang menjadi tempat pelaksanaan pendampingan psikososial peserta didik di masa pandemi c

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Edi Nugroho

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SDN 1 Sungai Jingah di Banjarmasin menjadi satu dari 10 sekolah, yang menjadi tempat pelaksanaan pendampingan psikososial peserta didik di masa pandemi covid-19.

Kegiatan pendampingan tersebut merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Republik Indonesia.

Dijelaskan Kepala SDN Sungai Jingah 1, Deasy Nathalia, kegiatan di sekolahnya ini sudah berlangsung selama dua hari.

Dia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah Pembelajaran Tatap Muka (PTM), tetapi merupakan kegiatan pusat penelitian Kemendikbud.

Baca juga: PTM Bukanlah Euforia

Baca juga: Izinkan PTM di PPKM Level 3, Satgas Covid-19 Kalsel Sampaikan Ketentuan Ini

Baca juga: Covid-19 Melandai, PTM di Banjarmasin Kembali Dijadwalkan Pekan Kedua September 2021

Baca juga: Siswa SMPN 21 Gembira Sambut PTM, Kepsek Kenalkan Cara Belajar Baru di Masa Pandemi

"Jadi selama dua hari ini kami menjalani pe dampingan psikososial dari Kementrian, bagi peserta didik selama pandemi," katanya, Rabu (1/9/2021).

Menurut Deasy para siswa maupun orangtua terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

"Orangtua sangat mendambakan agar anak-anaknya bisa kembali belajar di sekolah, sehingga kegiatan ini mereka ikuti dengan antusias," ujarnya.

Diungkapkannya, yang terlibat dalam program tersebut sebanyak 60 siswa. Masing-mading merupakan perwakilan dari seluruh kelas.

"Setiap kelas diwakili hanya 10 siswa, sehingga kami tetap bisa melaksanakannya dengan protokol kesehatan," imbuh Deasy.

Sementara itu, Ali Fahrudin, Ketua Tim Fasilitator Pendamping Psikososial dari Yayasan Al Ittihad Ponorogo , mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program kejar mutu.

Pelaksanaan sampling di Banjarmasin dilakukan selama 30 hari, mulai (12/8) sampai (11/9).

Adapun kegiatannya adalah analisis minimum siswa, guna mengetahui sejauh mana perkembangan peserta didik selama melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ.

Kemudian juga ada psikososial yang dirangkai dalam bentuk metode CBE untuk menangani mental anak.

"Melalui metode CBE ini diharapkan dapat meningkatkan semangat anak untuk terus belajar," jelasnya.  (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved