Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Jajaki Hilirisasi Industri Batubara, Dua Perusahaan Tambang di Kalsel Bikin MoU

Dua perusahaan tambang Batubara di Kalsel saat ini telah menjajaki program Hilirisasi Batubara untuk bahan baku energi industri

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
istimewa
Ilustrasi-Aktivitas ekspor batubara di Perairan Tabunio Kalsel 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dua perusahaan tambang Batubara di Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini telah menjajaki program Hilirisasi Batubara untuk bahan baku energi industri.

Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni dua perusahan di Banua yang sudah berencana mengoptimalisasi pemanfaatan batubara untuk bahan baku energi dan industri adalah PT Adaro dan PT Borneo Indobara. 

"Khusus untuk PT Adaro, sudah melakukan MoU dengan PT Pertamina untuk membangun industri metanol di Kalsel. Mereka memilih bermitra dengan Pertamina, karena mempertimbangkan di sisi pemasaran. Kalau misal yang diproduksi gas elpiji, maka yang punya jaringan pemasaran adalah Pertamina," urainya.

PT Adaro Indonesia dan PT Pertamina sendiri sudah melakukan MoU Desember 2020 tadi. 

Baca juga: PT Arutmin Terimbas Larangan Ekspor, Kesulitan Kirim Batubara Kalori Tinggi ke Luar Negeri

Baca juga: Video Berada di Atas Konsesi Batubara, HSS-Tapin Akhiri Sengketa Tapal Batas Wilayah Ini

Kedua yakni perusahaan PT Borneo Indobara. Diuraikan Mahyuni , perusahaan ini sudah melakukan MoU dengan pemilik paten produk pupuk futura.

"Jadi mereka ini ingin bekerja sama memproduksi pupuk dari batubara," jelasnya.

Sama dengan PT Adaro Indonesia, dia menyampaikan, PT Borneo Indobara saat ini masih melakukan penjajakan untuk memulai rencana tersebut.

"Kami masih menunggu gerakan mereka, juga perusahaan lain yang ingin berinvestasi mendorong hilirisasi batubara," urainya.

Menurutnya ada banyak keuntungan yang diterima daerah apabila ada perusahaan yang mengoptimalisasi pemanfaatan batubara untuk bahan baku energi dan industri.

"Apalagi batubara kita menurut Dinas ESDM masih ada cadangan hingga 1,2 miliar ton," runutnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved