Breaking News:

Tajuk

Kereta Api Banua

KEINGINAN Pemerintah Kalimantan Selatan memiliki mode trasportasi kereta api sama seperti di Palau Jawa semakin menguat. Ini tidak lain karena Pemerin

Editor: Edi Nugroho
PENUMPANG.KAI.ID
ILUSTRASI - Kereta api. 

Editor: Edi Nugroho

KEINGINAN Pemerintah Kalimantan Selatan memiliki mode trasportasi kereta api sama seperti di Palau Jawa semakin menguat. Ini tidak lain karena Pemerintah Provinsi Kalsel ingin memberikan pelayanan trasportasi terbaik bagi warganya.

Keinginan Pemerintah Provinsi Kalsel memiliki mode trasportasi kareta api ini berjalan mulus. Setidaknya ini terlihat dari sikap kepala daerah, di mana kereta api itu akan melintas, yang memberikan dukungnya. Rencananya rel kereta itu akan dibangunan dari dari Banjarmasin – Martapura – Rantau – Barabai – Tanjung sampai batas Kalimantan Timur (ke arah Ibu Kota Negara baru/IKN).

Rencananya rel kereta api juga akan dibuat dari Banjarmasin – Pelaihari – Asam asam – Pagatan – Batulicin – Kotabaru hingga berbatasan Kalimantan Timur (Ibu Kota Negara/IKN baru).

Kemudian, rute Banjarmasin – Batulicin, Banjarmasin – Batas Kalimantan Tengah hingga rute kereta Bandara. Bahkan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menjajaki jalur kereta api yang akan menghubungkan Kalimantan hingga ke Brunei Darussalam.

Baca juga: Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor Jajaki Jalur Kereta Api Hingga ke Brunei

Baca juga: Viral Naik Kereta Bandung - Yogjakarta Rp 25 Juta, Humas Kereta Api Wisata Tak Menampik

Baca juga: Viral di Media Sosial Gerbong Khusus Sepeda di Kereta Api Indonesia, Sumatera Lebih Dulu

Baca juga: Wisata Kalsel : Tambang Oranje Nasau, Lokasi Proyek Kereta Api Angkutan Barang Pertama di Indonesia 

Membangun rel kereta api tidak semudah membalik telapak tangan. Karena dibutuhkan waktu, tenaga, pikiran dan uang (modal) besar. Untuk modal misalnya, Pemerintah Provinsi Kalsel memperkirakan memerlukan dana sekitar Rp 24 triliun. Ini merupakan dana yang sangat besar.

Kalau mengandalkan dana dari APBD dan atau APBN tentu tidak cukup. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalsel harus bisa mendatangkan investor asing.

Tidak mudah mendatangkan investor yang mau mendukung pembangunan mode transportasi kereta api.

Karena itu perlu dukungan penuh dari seluruh komponen yang ada di Banua ini, khususnya para wakil rakyat asal Kalsel yang duduk di Senayan, Jakarta. Ya mudah-mudahan saja dalam waktu dekat ini ada investor ada yang berminat.

Kita sebagai warga Kalsel juga harus mendukung penuh, demi terwujudnya kereta api Banua ini.

Setidaknya merelakan sebagian tanahnya apabila terkenal jalur rel kereta api. Kalau pun minta ganti rugi, nilai ganti rugi jangan terlalu tinggi.

Nantinya keberadaan kareta api ini sangat banyak manfaatnya. Manfaat itu akan dinikmati sediri oleh warga Kalsel. Di antaranya murah, cepat, bebas macet dan ramah lingkungan.

Beberapa negara maju sudah merasakan manfaat dari kareta api ini, seperti Amerika, Cina, Rusia, Jepang, Australia, Jerman, Perancis, Argentina, dan Brasil. Bahkan sekarang ini beberapa negara tersebut tengah mengembangkan kareta listrik super cepat.

Dengan begitu banyak manfaat dari kereta api ini rasanya sangat rugi kalau Kalsel tidak memiliki mode transportasi kereta api. Kita yakin jika Kalsel memiliki transportasi umum kereta api ini pembangunan di Bumi Lambung Mangkurat ini bisa jauh lebih pesat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved