Berita Tabalong

Kasus Covid-19 Terus Melandai, Penerapan PPKM di Tabalong Turun ke Level 2

Setelah hampir dua bulan menjadi daerah yang harus menerapkan PPKM level 3, akhirnya Kabupaten Tabalong berhasil menurunkan ke level 2.

Penulis: Dony Usman | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/donyusman
\Vaksinasi massal di Tabalong saat ini sudah digencarkan lagi untuk pemberian dosis pertama bagi masyarakat 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Setelah hampir dua bulan menjadi daerah yang harus menerapkan PPKM level 3, akhirnya Kabupaten Tabalong berhasil menurunkan ke level 2.

Untuk Tabalong sendiri pertama kali menerapkan PPKM level 3 sejak 26 Juli 2021 dan kemudian beberapa kali diperpanjang hingga terakhir sampai 20 September 2021.

Setelah perpanjangan terakhir itu, terhitung 21 September 2021, melalui instruksi Mendagri, Tabalong ditetapkan salah satu daerah yang turun dari level 3 ke level 2.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Tabalong, Taufiqurrahman Hamdie, Selasa (21/9/2021), membenarkan, telah turunnya level PPKM di Tabalong dari level 3 ke level 2.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Penerbangan Internasional Hanya di Bandara Soekarno-Hatta & Sam Ratulangi Manado

Baca juga: Diperpanjang Lagi, PPKM Level 4 di Banjarmasin dan Banjarbaru

Baca juga: BREAKING NEWS: PPKM Diperpanjang Lagi Hingga 4 Oktober 2021, Tidak Ada Level 4 di Jawa dan Bali

Baca juga: Tunggu Kabar Turun PPKM Level 2, Disdik Tanbu Segera Usulkan PTM 50 Persen

"Iya sudah turun ke level 2 sesuai Inmendagri Nomor 44 tahun 2021," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong ini.

Berdasarkan surat inmendagri tersebut penerapan PPKM level 2 ini akan berlangsung dari 21 September 2021 hingga 4 Oktober 2021.

Menurutnya, saat ini kasus Covid-19 di Tabalong memang terus melandai dan ini juga dapat dilihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit yang sangat jauh menurun.

Dari data yang ada pertanggal 21 September 2021, untuk di RSUD H Badaruddin Kasim. pasien yang masih menjalani perawatan hanya ada 2 orang.

Lalu di RSUD H Usman Dundrung sudah tidak ada pasien Covid-19 yang dirawat dan
RS Pertamina Tanjung pasien dirawat 3 orang di penapisan 2 orang.

Meski kondisi saat ini yang terus melandai dan berhasil turun level PPKM, Taufik tetap kondisi ini tidak lantas disambut dengan euforia.

"Menyikapi kita sudah berada di level 2 dan diberikan kelonggaran-kelonggaran dibanding level 3 kita berharap tidam ada euforia justru kita harus lebih berdisiplin agar bertahan di level 2 atau turun ke level 1," tegasnya.

Terlebih, imbuhnya, ancaman pandemi tetap berlangsung dan kasus bisa meningkat tajam lagi jika semua lengah dalam penerapan prokes.

Selain itu yang juga diperlukan adanya kesadaran dari masyarakat untuk mau mengikuti vaksinasi Covid-19 yang sekarang terus digencarkan di Tabalong.

Selain sebagai satu upaya pencegahan penyebaran, capaian vaksinasi ini juga menjadi tambahan syarat untuk bisa menurunkan level PPKM yang diterapkan.

"Memang ada penambahan syarat untuk turun level lagi, terutama ditambahkan syarat cakupan vaksin 1 minimal 70 persen dan untuk bertahan di level 2 saja cakupan vaksin 1 minimal 50 persen," katanya. (banjarmasinpost.co.id/donyusman).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved