Hukum Mewarnai Rambut

Hukum Mewarnai Rambut dengan Semir Hitam dan Selain Hitam, Hati-hati Menyerupai Suatu Kaum

Lalu bagaimana hukum mewarnai rambut dalam ajaran Islam? Bagaimana pula aturan dalam mewarnai rambut, baik bahan maupun warna semir rambut?

Penulis: Mariana | Editor: Anjar Wulandari
shutterstock
Ilustrasi mewarnai rambut di salon. Hukum Mewarnai Rambut dengan Semir Hitam dan Selain Hitam, Hati-hati Menyerupai Suatu Kaum 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Rambut adalah mahkota kepala yang menjadi kebanggaan setiap orang, baik pria maupun wanita. Tidak sedikit orang yang melakukan berbagai upaya untuk mempercantik rambut, termasuk dengan mewarnainya.

Dewasa ini, tren mewarnai rambut terjadi di kalangan remaja, juga orang tua. Tidak lagi sekadar untuk menutupi uban atau rambut putih di kepala, tapi juga untuk gaya.

Lalu bagaimana hukum mewarnai rambut dalam ajaran Islam? Bagaimana pula aturan dalam mewarnai rambut, baik bahan maupun warna semir?

Berikut ini ulasan hukum mewarnai rambut dengan menggunakan semir hitam dan semir selain hitam dalam Islam.

Di dalam penjelasan hukum mewarnai rambut, di antaranya dilarang berniat menyeruapi suatu kaum kafir.

Saat ini mewarnai rambut menjadi gaya hidup yang trend di kalangan anak muda.

Baca juga: Khasiat Madu untuk kesehatan Rambut, Sebagai Kondisioner dan Cegah Rambut Rontok

Baca juga: Hukum Mewarnai Rambut Bagi Anak-anak, Berikut Alasan Larangan Pakai Semir Hitam

Pemakaian cat rambut kerap dijadikan sebagai penunjang penampilan.

Ada pula yang menjadikannya sumber penghasilan.

Atau alasan umum adalah menutupi rambut yang berubah menjadi uban dengan berbagai warna, bisa hitam dan warna lainnya.

Hukum Mewarnai Rambut dengan Warna Hitam

Hukum semir rambut warna hitam tidak diperbolehkan. Mewarnai rambut dengan warna hitam dengan tujuan melakukan tipuan sangatlah dilarang.

Jika rambut telah beruban baik itu pria maupun wanita maka tidak boleh melakukan pewarnaan rambut dengan warna hitam.

Akan tetapi ada pendapat ulama yang mengatakan boleh saja mewarnai rambut dengan warna hitam dengan tujuan untuk melakukan jihad.

Selain itu jika mewarna rambut dengan warna hitam dengan tujuan bukan penipuan untuk madzhab Hanafi dan Maliki hukumnya yaitu makruh sedangkan madzhab Syafi’i sebagain mengharamkannya dan ada beberapa yang berkata makruh.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved