Ekonomi dan Bisnis
Impor Kalsel Naik Sebesar 96,23 Persen pada Agustus 2021
Data BPS Kalsel, nilai impor pada Agustus 2021 mencapai USD51,07 juta. Naik 96,23 persen dibandingkan Juli yang hanya USD26,02 juta.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Nilai impor di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Agustus 2021 naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan nilai ekspor, mengalami sedikit kenaikan.
Berdasarkan data BPS Kalsel, nilai impor Kalsel pada Agustus 2021 mencapai USD51,07 juta. Naik 96,23 persen dibandingkan Juli yang hanya USD26,02 juta.
Sedangkan, nilai ekspor naik sebesar 24,71 persen. Dari USD712,16 juta menjadi USD888,14 juta.
Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah mengatakan, ada tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada Agustus, yakni bahan bakar mineral sebesar USD47,55 juta; mesin dan peralatan mekanis, USD1,16 juta, serta kelompok kendaraan sebesar USD0,61 juta.
"Kontribusi dari masing-masing tiga kelompok ini kalau diurut adalah 93,12 persen, 2,27 persen dan 1,19 persen dari total impor Agustus 2021," ucapnya.
Baca juga: Ekspor Kalsel Masih Didominasi Kelompok Bahan Bakar Mineral
Baca juga: Tegas Tolak Sertifikasi CHSE, Begini Alasan PHRI Kalsel
Mengenai impor menurut negara asal, dia merincikan, tertinggi berasal dari Singapura yang mencapai USD25,28 juta.
Diikuti Korea Selatan, USD22,56 juta dan Jerman, USD0,87 juta. "Impor dari Singapura naik 12,47 persen dibanding Juli 2021 yang hanya USD22,48 juta," rincinya.
Dengan nilai sebesar itu, kontribusi impor Singapura pada Agustus 2021 mencapai 49,51 persen dari total impor Kalsel.
"Sedangkan impor dari Korea Selatan dan Jerman berkontribusi masing-masing 44,17 persen dan 1,70 persen," beber Yos.
Nilai ekspor Kalsel, dia menuturkan, kontribusi kelompok barang utama penyumbang ekspor yakni bahan bakar mineral. "Kelompok ini nilai ekspornya naik 24,05 persen menjadi USD634 juta," jelasnya.
Kelompok bahan bakar mineral cukup memengaruhi nilai ekspor Kalsel, karena selama ini memberikan kontribusi paling besar. "Pada Agustus tadi kontribusi ekspornya mencapai 71,39 persen," ucapnya.
Sedangkan kontribusi terbanyak pada urutan kedua ada kelompok lemak dan minyak hewan/nabati yang menyumbangkan ekspor USD181,79 juta. "Kontribusinya 20,57 persen," ucap Yos.
Terkait negara tujuan ekspor, dia mengungkapkan pada periode Agustus 2021 barang-barang dari Kalsel paling banyak diekspor ke Tiongkok dengan nilai USD410,93 juta.
"Nilai ekspor ke Tiongkok ini mengalami kenaikan hingga 21,34 persen dibandingkan Juli," ungkapnya.
Selain Tiongkok, Yos menyampaikan, ekspor Kalsel ke India pada Agustus juga lumayan tinggi yakni sebesar USD129,48 juta. "Korsel berada di urutan ke tiga dengan nilai ekspor sebesar USD54,91 juta," ucapnya.
Baca juga: Kepala Dinas Perindustrian Kalsel Mahyuni Sebut Pabrik Industri Baterai Akan Masuk
Baca juga: Stok Terbatas, Harga Ayam Potong Live Bird di Tala dan Banjar Menguat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kegiatan-bongkar-muat-produk-impor-di-pelabuhan-trisakti-banjarmasin.jpg)