Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Tegas Tolak Sertifikasi CHSE, Begini Alasan PHRI Kalsel

PHRI) Kalsel menolak adanya program Sertifikasi CHSE yang akan diberlakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Mariana
Ketua Umum BPD PHRI Kalsel, Rosally Gunawan (tiga dari kanan) menyampaikan penolakan penerapan CHSE. 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalsel menolak adanya program Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) yang akan diberlakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Penolakan ini disampaikan sehubungan dengan adanya rencana dari pemerintah untuk mewajibkan sertifikasi CHSE bagi industri pariwisata khususnya sektor hotel dan restoran. 

"Kami Pimpinan BPD PHRI Kalsel menolak rencana tersebut jika dilakukan saat ini karena bersifat kontra produktif dari upaya kami yang berusaha bangkit dari keterpurukan, dan manfaat dari CHSE itu tidak ada kekuatan dalam menghadapi PPKM Level 4." kata Ketua BPD PHRI Kalsel
dr. Rosally Gunawan, Senin (27/9/2021). 

Diketahui CHSE adalah standar yang diberikan Kemenparekraf berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) untuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca juga: Protokol Kesehatan Berbasis CHSE di Sektor Pariwisata, Menjawab Kekhawatiran Masyarakat Soal Ini

Baca juga: Rumah Makan dan Kafe di Banjarmasin Ini Dapat Sertifikasi CHSE, Begini Prosedur Permohonan CHSE

CHSE sudah dilaksanakan tahun 2019 dan di Kalsel lebih dari 35 Hotel dan resto sudah dilaksanakan dan sudah diberikan Sertifikat, semua biaya audit dibayar oleh pemerintah ( Gratis untuk Pelaku Wisata  / Hotel dan resto). 

CHSE yang diprogramkan oleh Kemenparekraf bertujuan untuk semua pelaku wisata bisa tetap berjalan bisnisnya meskipun di masa pandemi.

Tapi kenyataannya, pada saat diberlakukan PPKM level 4 Jawa, Bali dan Kalimantan Selatan semua Hotel dan resto dibatasi bisnisnya, dilarang cafe buka, acara pertemuan dan pernikahan dilarang buka.

"Jadi Hotel dan resto yang punya sertifikat CHSE maupun tidak sama saja, artinya CHSE tidak ada gunanya,"katanya

Dan tahun 2021 pemerintah mau melaksanakan Sertifikai CHSE mandiri dengan biaya Rp12 juta per perusahaan. 

"Kami pikir tidak dapat menjangkau pada semua anggota khususnya hotel dan restoran se-Indonesia apalagi Kalsel ” kata Ketua PHRI Kalsel dr. Hj. Rosally Gunawan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved