Breaking News:

Berita Banjarmasin

Jadi Peserta KRI 2021, Tim Robotik Poliban Ikuti Kontes Empat Tema Robot

Tim Robotik Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) 2021.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
Tim Robotik Poliban, saat mengendalikan robot pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2021 di ruang UPT IK Poliban, Selasa (28/9/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tim Robotik Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) 2021.

Kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa di seluruh Indonesia itu dilaksanakan secara daring, melalui zoom meeting.

"Even ini dilaksanakan oleh Kemendikbudristek setiap tahun, secara rutin Poliban juga turut menjadi peserta," kata Ketua Tim Robotik Poliban, Sarifudin. Selasa (28/9/2021).

Poliban mengikuti empat tema robot yakni Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot Sar Indonesia (KRSRI), Kontes Robot Sepak Bola Beroda Indonesia (KRSBI) dan Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI).

Baca juga: Dirut RSUD Balangan Pastikan Limbah Cair di RSUD Setempat Dapat Dipertanggungjawabkan

Baca juga: Inilah Kronologis Penangkapan Bandar Sabu 2 Kg di Tanbu, Ternyata Disimpan di Brangkas

Baca juga: Kota Banjarmasin dan Banjarbaru Kalsel Diumumkan Turun Level

"KRAI ada namanya robot Kayubi, KRSRI robot Kabibitax, KRSBI robot Sneijder, dan KRTMI dengan robot Justice," ujar Dosen Teknik Elektronika ini.

Kompetisi itu dilaksanakan selama tiga hari, dimana pada hari pertama khusus running test, sementara hari kedua dan ketiga dilaksanakan penilaian oleh para juri.

"Jadi kami harus mendapatkan waktu tercepat dan skor tertinggi, agar bisa masuk ke final. Jadi kami berusaha semaksimal mungkin dalam kompetisi ini," jelas Sarifudin.

Karena kompetisi dilaksanakan secara daring, jaringan internet pun menjadi suatu kendala yang harus dihadapi oleh Tim Robotik Poliban.

Sebab jelas Sarifudin, saat bertanding secara online anak didiknya sempat terlambat memulai karena terjadi latency pada jaringan internet.

"Delaynya sekira 10 detik, otomatis kami terlambat juga saat startnya. Waktu sepuluh detik itu cukup banyak mengurangi skor kami," ujarnya.

Meski demikian, hal tersebut ujar Sarifudin tidak menurunkan semangat Tim Robotik Poliban untuk menampilkan hasil yang terbaik.

"Selama jalannya penilaian seru-seru banget, artinya kami bisa mengikuti apa yang diinginkan juri, kemampuan anak-anak poliban juga sudah di atas rata-rata," ungkapnya.

(banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved