Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Karet Stabil di Rp 8000 hingga Rp 9000 per kilo, Kadisbunak Kalsel Minta Petani Gabung UPPB

Harga karet ditingkat petani di angka Rp 8.200 hingga Rp 9.200. Harga ini diumumkan mulai kemarin.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Poniran (45), petani karet sedang menyadap di kebun belakang rumahnya di Sesa Sido Makmur, Kecamatan Marabahan, Rabu (29/9/2021). 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Harga karet ditingkat petani di angka Rp 8.200 hingga Rp 9.200. Harga ini diumumkan mulai kemarin.

Harga ini cukup stabil sejak bulan lalu dimana harga tidak jauh berbeda.

"Ya Alhamdulillah, Harga masih stabil di Rp 9000 an," kata salah satu petani karet Saleh.

Dari pantauan diharga yang dilansir oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, menujukkan bahwa harga tersebut masih bertahan di harga 8.200 itu di tingkat petani dengan kualitas karet basah dengan K3 40 persen sampai 50 persen.

Harga ini adalah penetapan di bulan Agustus 2021.

Baca juga: Harga Karet Badar di Tingkat Petani dari Rp 8.200 hingga Rp 9.200

Baca juga: Harga Karet di Kalsel Capai Rp 9.200 Perkilogram, Petani Karet Sebut Berbagai Faktor Pemicu

Sementara harga karet basah setelah panen dari petani di Pabrikan dengan K3 sebesar 53 persen sampai dengan 53 persen diberi harga Rp 11.395 sampai dengan Rp 11.852.

Petani karet di Provinsi Kalimantan Selatan tersenyum manis, pasalnya terus membaiknya harga karet bahkan pekan ini kenaikan harga pada K3 100% tembus antara Rp.20.000 -Rp. 21.000.

Adapun harga ditingkat petani karet menjadi Rp.8.200 hingga  Rp.9.200/kg tergantung Kadar Karet Kering (K3) yang dihasilkan.

Beragam hal jadi pemicu kenaikan harga karet saat ini. Diantaranya mulai membaiknya ekonomi dunia yang mendorong perbaikan sales otomotif.

Kemudian, berkurangnya pasokan karet dunia akibat penyakit gugur daun  dan serangan penyakit bercak daun (pestalotiopsis), spekulan karet serta pemanfaatan karet untuk pembangunan jalan (aspal karet).

Baca juga: Warga Tapin Bersyukur Harga Karet di Tapin Capai Rp 9.000 per Kilogram

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Suparmi mengatakan bahwa Disbunak selalu berupaya dan mendorong mutu karet petani Kalsel terus meningkat melalui upaya memperkuat Kelembagaan Petani Karet untuk bergabung dalam Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).

"Dengan bergabungnya petani karet ke UPPB Bokar sehingga mutu hasil karet rakyat menjadi bersih dan harga ditingkat petani menjadi meningkat," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi. (Banjarmasinpost /nurholis huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved