Berita Banjarbaru
Belum Ada Eksportir Sarang Walet di Kalsel, Walet Kalsel Dikirim ke Jawa Timur
Hingga kini di Kalsel belum ada eksporti sarang walet. Pengusaha di Kalsel hanya suplayer yang mengirim hasil walet ke Jawa Timur
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Saat ini rumah burung walet terdapat dimana-mana, bahkan hingga di perkotaan.
Usaha sarang walet ini banyak dilirik oleh masyarakat sebagai peluang usaha yang menjanjikan bisa mendatangkan keuntungan yang besar.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, Rabu (13/10/2021) menjelaskan informasinya jumlah rumah burung walet di Kalsel lebih dari 4.000 unit.
"Pangsa pasar sarang burung walet Kalsel masih lingkup dalam negeri, yaitu di jual ke pengusaha di Jawa Timur, Jawa tengah dan daerah lainnya. Di Kalsel belum ada pengusaha eksportir Sarang Burung Walet, pengusaha Kalsel hanya sebagai suplayer ke perusahaan luar daerah tersebut, " urai Birhasani.
Baca juga: Pemprov Kalsel Dorong Percepatan Ekspor Sarang Walet
Baca juga: Pencurian di Kalsel, Pembobol Sarang Walet dan Pelaku Pecah Kaca Mobil di Tabalong Dibekuk
Baca juga: Sarang Burung Walet di Daha Kabupaten HSS Dibongkar Orang Tak Dikenal
Dijelaskan Birhasani, Sarang Burung Walet berdasarkan Permendag no 13/2012 termasuk komodinas yang ekspornya dibatasi, dengan tujuan untuk menjaga kontinuitas ekspornya, keamanan pangan, higenitasnya, menjaga kelestarian habitat walet.
"Sehingga ekspornya pun hanya bisa dilakukan oleh pengusaha yang berstatus Eksportir Terdaftar, terlebih untuk ekspor tujuan China, harus melalui audit pihak Pemerintah RRC, oleh semacam Badan Karantina Pertaniannya di China," urai Birhasani.
Karenanya sarang burung Walet, untuk saat ini hanya bisa diekspor oleh Pelaku usaha dengan status Eksportir terdaftar.
Ketentuan tersebut tdk lepas dari hasil Kesepakatan Protokol Persyaratan Higenitas, Karantina dan Pemeriksaan untuk importasi Produk sarang burung walet dari Indonesia ke China antara Kementerian Pertanian RI dengan Administrasi Umum Pengawasan Mutu, insoeksi dan Karantina RRC.
Di Kalsel sekarang sudah ada perusahaan yang melakukan pemprosesan Sarang Burung Walet, seperti pembersihan dan seterusnya agar barang tersebut siap jual, yaitu PT Agrika Gatya Arum di Banjarmasin
Perusahaan ini, sarang burung walet dari perusahaan ini disuplay ke perusahaan eksportir terdaftar di Surabaya dengan volume 70-100 kg per minggu.
"Saya berharap Pemilik PT. Agrika Gatya Arum segera mendaftarkan perusahaannya untuk menjadi Eksportir Terdaftar Sarang Burung Walet (ET-SBW) melalui aplikasi Inatrade secara online," sebut Birhasani.
Dengan begitu, perusahaan tersebut bisa naik statusnya sebagai eksportir sarang burung walet di Kalselc sehingga bisa menyerap sarang burung walet untuk bisa langsung ekspor dari Kalsel sehingga tercatat sebagai komoditas ekspor dari Kalsel dan ini tentunya akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kalsel.
Menurut Birhasani, dorongan itu sudah disampaikan ke pihak perusahaan dan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel siap membantu prosesnya.
"Kami jelas siap akan bantu prosesnya jika untuk naik menjadi Eksportir," kata dia.
Dari sektor komoditas hewan, sarang burung walet (SBW) memiliki potensi sebagai penyumbang pendapatan daerah provinsi Kalsel.
Baca juga: Menjanjikan, Ekspor Albumin Ikan Haruan dan Sarang Walet dari Kalsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/petugas-di-pabrik-membersihkan-sarang-burung-walet.jpg)