Breaking News:

Maulid Nabi 2021

PPKM Diperpanjang, Ini Aturan Rayakan Maulid Nabi 2021 di Wilayah Level 1 Sampai 4

Simak aturan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW sesuai ketentuan pemerintah di wilayah yang menerapkan PPKM level 1-4.

MC Pemkab Banjar
Bupati Banjar H. Saidi Mansyur dan Wakilnya Habib Idrus Al-Habsyie menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan As-Salamah di Desa Madurejo Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar, Minggu ( 17/10/2021). Peringatan Maulid ini menghadirkan Abuya Al Habib Ali Zainal Abidin Bin Hasan Baharun dan Habib Segaf Bin Hasan Baharun. 

PHKB seperti Maulid Nabi di wilayah PPKM level 2 dan level 1, dianjurkan untuk dilaksanakan secara virtual atau daring.

Baca juga: BREAKING NEWS: Update Covid-19, PPKM Banjarmasin dan Kalimantan Selatan Menjadi Level 2

Baca juga: BREAKING NEWS: PPKM Jawa dan Bali Diperpanjang Sampai 1 November 2021, 54 Daerah Kini Level 2

3. Pelaksanaan PHKB di ruang terbuka

Bagi wilayah dengan kriteria PPKM level 4 dan level 3 yang ingin melaksanakan peringatan secara tatap muka di ruang terbuka, maka harus memenuhi protokol berikut:

- Dilaksanakan di ruang terbuka
- Apabila dilaksanakan di tempat ibadat (masjid/mushala, gereja, pura, vihara, kelenteng/litang, dan tempat lain yang difungsikan sebagai tempat ibadat) atau ruang tertutup lainnya, jumlah peserta yang hadir paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan atau 50 orang
- Peserta yang hadir diutamakan berasal dari warga daerah sekitar
- Menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan telah dikoordinasikan dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 setempat.

Ketua DPRD Banjarbaru Fadliansyah dan warga Kompleks Citra Permai Asri peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Langgar Muhajirin Kelurahan Sungai Besar, Minggu (17/10/2021)
Ketua DPRD Banjarbaru Fadliansyah dan warga Kompleks Citra Permai Asri peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Langgar Muhajirin Kelurahan Sungai Besar, Minggu (17/10/2021) (banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

4. Kewajiban penyelenggara

Penyelenggara peringatan Maulid Nabi dan PHBK lainnya, memiliki kewajiban sebagai berikut:

- Menyediakan petugas untuk menginformasikan serta mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan 5M
- Melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk setiap jemaah menggunakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun)
- Menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir
- Menyediakan cadangan masker medis
- Melarang jemaah dengan kondisi tidak sehat mengikuti pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan

- Mengatur jarak antarjemaah paling dekat 1 meter dengan memberikan tanda khusus pada lantai, halaman, atau kursi Kotak amal, infak, kantong kolekte, atau dana punia ditempatkan pada tempat tertentu dan tidak diedarkan
- Memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan dengan mengatur akses keluar dan masuk jemaah
- Melakukan disinfeksi di tempat pelaksanaan kegiatan

- Memastikan tempat ibadat atau tempat penyelenggaraan memiliki sirkulasi udara yang baik dan sinar matahari dapat masuk serta apabila menggunakan air conditioner (AC) wajib dibersihkan secara berkala
- Memastikan pelaksanaan khotbah, ceramah, atau tausiyah wajib memenuhi ketentuan
- Khatib, penceramah, pendeta, pastor, pandita, pedanda, atau rohaniwan memakai masker dan pelindung wajah (faceshield) dengan baik dan benar, serta mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

5. Kewajiban jemaah atau peserta PHBK

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved