Breaking News:

Tajuk

Harapan Besar di Pabrik Biodiesel

Kalsel tidak perlu lagi terlalu membanggakan tambang batu bara yang selama ini tak sedikit memberikan efek negatif

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - ADA yang semestinya lebih membanggakan warga Kalimantan Selatan saat kedatangan Presiden Joko Widodo pada Kamis 21 Oktober 2021, selain peresmian Jembatan Sungai Alalak.

Hal tersebut adalah peresmian pabrik biodiesel di Desa Sungai Dua Kecamatan Simpangempat Kabupaten Tanahbumbu. Pabrik milik PT Jhonlin Agro Jaya (JAR) ini merupakan yang terbesar di Indonesia Timur.

Melihat nama perusahaannya, ini merujuk pada pengusaha lokal H Andi Syamsudin Arsyad atau biasa disapa H Isam.
Dia selama ini terkenal sebagai pengusaha tambang batu bara. Tidak hanya di Kalsel tetapi juga secara nasional.

Tentunya pergerakan usahanya yang merambah ke industri patut diapresiasi. Akan ada sejumlah nilai tambah yang diperoleh masyarakat Kalimantan Selatan.

Di antaranya, Kalsel tidak perlu lagi terlalu membanggakan tambang batu bara yang selama ini tak sedikit memberikan efek negatif. Kerusakan alam terjadi di mana-mana.

Tidak perlu terlalu jauh mencari contohnya. Pada saat Presiden Joko Widodo datang ke Kalsel, Kamis, warga di Desa Bukitmulya Kecamatan Kintap Kabupaten Tanahlaut waswas.

Kediaman mereka terancam longsor karena berdekatan dengan lubang bekas tambang batu bara.

Warga Kalsel juga masih trauma dengan banjir bandang pada awal 2021. Ini tentunya tak lepas dari kerusakan wilayah tangkapan air akibat penggundulan hutan dan penambangan.

Kehadiran pabrik biodiesel berkapasitas 1.500 ton per hari itu tentunya akan menggairahkan usaha kelapa sawit di Kalsel.

Memang perkebunan kelapa sawit juga mendapat sorotan karena dinilai tidak ramah lingkungan. Namun dibandingkan pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit masih tak begitu merusak tanah. Sekarang tinggal diatur agar dampaknya tidak terlalu besar.

Harapan itu setidaknya tertuju pada Komisaris Utama PT JAR, Andi Amran Sulaiman, yang merupakan mantan Menteri Pertanian. Dia punya tanggung jawab moral menjunjung tinggi daya dukung tanah.

Amran di hadapan Presiden Jokowi menyatakan pabriknya saat ini menyerap 2.320 tenaga kerja. Tidak dilaporkan berapa warga Kalsel yang terserap di perusahaan tersebut. Harapannya tentu saja banyak.

Soalnya makin banyak saja pengangguran di Kalsel karena pandemi Covid-19.

Harapan terhadap usaha ini semakin besar karena Amran menyatakan akan dibangun lagi 12 industri lain di kawasan tersebut. Jangan sampai warga Kalsel justru menjadi penonton.

Harapan ini harus kita letakkan di pundak H Isam. Soalnya harus dia akui, dia besar berkat bumi dan masyarakat Kalimantan Selatan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved