BTalk
BTalk, Tips Dosen Ilmu Gizi Stikes Husada Borneo Kalsel Ini Mengenai Gizi Seimbang
Prinsip gizi seimbang menurut dosen Stikes Husada Borneo, Nany Suryani, berolahraga, jaga berat badan, konsumsi makanan beraneka ragam, hidup bersih.
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gizi menjadi hal yang penting untuk metabolisme tubuh. Perlu diketahui adalah memenuhi gizi ideal.
Perbincangan mengenai gizi ini secara lebih detil dibahas di acara BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja yang ditayangkan live di kanal Youtube Banjarmasin Post News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook Bpost Online, Selasa (2/11/2021).
Perbincangan menghadirkan narasumber, Nany Suryani, SGz, MBiomed, dosen Ilmu Gizi di StiKes Husada Borneo, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dipandu Layli Hasana Novia Putri.
Dijelaskan Nany bahwa gizi seimbang adalah susunan pangan harian yang mengandung zat gizi sesuai keperluan tubuh. Dan keperluan gizi setiap orang itu berbeda-beda. Karena itu, perlu mengetahui Gizi Seimbang.
Baca juga: BTalk, Syekh Muhammad Arsyad Albanjari Sosok Ulama dan juga Politikus Ulung
Baca juga: BTalk, Optimalkan Masa Keemasan Anak Menurut Dosen UM Banjarmasin Dyta Setiawati
“Prinsip gizi seimbang itu memiliki empat pilar utama. Pertama, pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga. Kedua, menjaga berat badan ideal. Ketiga, mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam. Keempat, menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” rincinya.
Jadi, harus memerhatikan aktivitas fisik dan olahraga karena itu penting untuk menjaga metabolisme tubuh.
Sementara itu, saat pandemi, banyak orang yang malas bergerak yang bisa menimbulkan peningkatan berat badan.
Secara ilmu gizi, berat badan ideal diukur dalam satuan IMT (Indeks Massa Tubuh).
Baca juga: BTalk, Cara Angkatan Muda Sabilal Muhtadin Kalsel Ajak Anak Muda Senang ke Masjid
Baca juga: BTalk- Pemimpin Ponpes Darul Hijrah KH Zarkasyi Penerima Kalpataru 2021, Gerakan Cinta Lingkungan
Jadi, IMT merupakan perhitungan yang didapatkan dari membagi berat badan (dalam kilogram) dengan ukuran tinggi badan (dalam meter). Nilai IMT, merupakan salah satu acuan untuk melihat posisi berat badan.
“Seseorang yang kekurangan berat badan atau under weight ukurannya adalah jika IMT kurang dari 18,5. Berat badan ideal antara 18,5 sampai 25 IMT. Adapun yang berat badan berlebih ukurannya adalah di atas 25 atau over weight,” urai Nany.
Jika kelebihan berat badan, maka perlu penerapan pola penurunan berat badan. Caranya adalah kembali ke gizi seimbang dengan mengonsumsi bahan makanan rendah kalori.
Kemudian, mengatur porsi makanan, misal konsumsi nasi merah, nasi coklat, umbi-umbian, keladi yang semuanya berserat tinggi dan indeks glikemik (respons tubuh meningkatkan glukosa dalam darah) rendah.
Kekurangan zat gizi mikro juga merupakan masalah yang bisa dialami dan kondisi ini seperti tak tampak.
Ada indikator kekurangan zat gizi mikro. Misal kurang zat besi, maka tandanya atau gejalanya lemah, letih dan lesu.
Kurang vitamin D atau kalsium juga bisa tak tampak dan lambat laun akan menurunkan kekuatan tulang hingga osteoporosis.
"Sebab itu, kita harus memerhatikan keragaman pangan yang masuk ke tubuh, yaitu makanan yang mengandung sumber karbohidrat, protein, vitamin dan lemak," imbaunya.
Dengan perilaku hidup bersih dan sehat, maka akan dapat mempertahankan berat badan normal dan menghindari gizi buruk atau gizi lebih.
(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/perbincangan-mengenai-gizi-hadirkan-nany-suryani-stikes-husada-borneo-di-acara-btalk-02112021.jpg)