Ekonomi dan Bisnis

Penjual Beras di Banjarbaru Kalsel Sebut Stok Jenis IR Tersedia, Tapi Sepi Peminat

Penjual beras di Kota Banjarbaru, Kalsel, mengaku beras jenis IR tak lagi diminiati pembuat lontong yang lebih memilih jenis pandam hanyar.

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Pejual beras di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (4/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penjualan beras jenis IR di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, mengalami penurunan.

Menurut beberapa penjual, penyebab penurunan adalah selera atau peminat konsumen terhadap Beras IR tersebut.

Seperti yang diungkapkan Ahmad Saputra, stok beras jenis IR cukup tersedia di tempatnya. "Kami ada sekitar 20 sak Beras IR. Tapi yang jadi masalah, beras jenis IR ini peminatnya yang kurang," bebernya, Kamis (4/11/2021).

Diceritakannya, dulu memang beras lokal IR ini diminati pelanggan karena harga per liter hanya Rp 7 ribu. Biasanya dipakai untuk bahan membuat lontong.

"Tapi sekarang orang lebih milih beras lokal pandan hanyar untuk membuat lontong," imbuhnya, seraya menambahkan harga beras jenis lainnya masih stabil.

Baca juga: Kalsel PPKM Turun Level, Bisnis EO Bangkit Menggeliat, Berharap Pandemi Covid-19 Bisa Dikendalikan

Baca juga: Tarif PCR Diturunkan, Penumpang Pesawat di Bandara Syamsudin Noor Bertambah 20 Persen

Sementara itu, laporan Dinas Perdagangan Kalsel, beras IR-64 adalah varietas beras unggul. Bentuk bijinya lebih besar. 

"Tekstur nasinya, setelah dimasak, pulen. Sekarang, varietas ini sudah banyak digeser oleh jenis ciherang," beber Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani

Dijelaskannya, pedagang beras di pasar Kalsel menyebut jenis IR-64 ataupun ciherang adalah sama-sama ciherang.

Sedangkan dari data Bulog pada 25 Oktober 2021, beras medium yakni ciherang, beras ganal dan pandak , Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 11.040,22 ton. 

"Medium untuk komersil sebanyak 20,84 ton, sedangkan beras premium atau komersil 57,5 ton," sebut Birhasani.

Baca juga: UMP Kalsel 2022, Kadisnakertrans Siswansyah Perkirakan Naik Antara 8 Sampai 10 Persen

Baca juga: UMP Kalsel 2022, FSPMI Desak Upah Buruh Naik Hingga Delapan Persen

Baca juga: Soal UMP Kalsel 2022, Apindo Kalsel Perlu Menunggu Rilis BPS

Diketahui, beras jenis IR jarang ada khususnya di wilayah Kabupaten Tanah Laut (Tala), sebagaimana temuan  Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo. "Hampir tidak ada ditemukan beras jenis IR lagi," katanya.

Beras yang banyak di pasaran, lanjutnya, adalah jenis siam yang tergolong lebih mahal dari pada Beras IR. Sedangkan jenis IR sangat membantu bagi warga berpenghasilan rendah.

"Kalau jenis IR , maksimal per kilogram Rp 7 ribu. Kalau siam minimal Rp 9 ribu," rincinya.

Masih kata Imam, setelah ditelusuri ke petani, minimnya stok Beras IR lantaran banjir yang melanda Kalsel awal 2021. Beras jenis ini mudah dan cepat dipanen petani, hanya perlu waktu tiga bulan.

"Sebelum banjir, memang banyak. Tapi sekarang, langka. Penyebabnya karena banjir kemarin, sekarang baru langka. Efeknyakan belakangan," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved