Breaking News:

Berita Banjarmasin

Pembebasan Lahan Jembatan HKSN Banjarmasin Dikonsinyasi, Warga Tempuh Upaya Hukum Lainnya

Upaya hukum lain akan ditempuh oleh warga yang lahannya terkena proyek pembangunan Jembatan HKSN oleh Pemko Banjarmasin

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Suasana sidang permohonan Konsinyasi oleh Pemko Banjarmasin di PN Banjarmasin, Selasa (30/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Upaya hukum lain akan ditempuh oleh warga di lahannya terkena proyek pembangunan Jembatan HKSN oleh Pemko Banjarmasin.

Sekadar diketahui setidaknya ada tiga persil atau lahan milik warga yang belum dibebaskan di area pengerjaan Jembatan HKSN khususnya di Jalan Kuin Selatan.

Tiga persil warga ini belum bisa dibebaskan karena tidak tercapainya kesepakatan nilai ganti rugi yang diajukkan oleh Pemko Banjarmasin.

Pemko Banjarmasin pun akhirnya memilih penyelesaian dilakukan dengan sistem Konsinyasi yakni uang ganti rugi dititipkan melalui Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.

Baca juga: Permohonan Konsinyasi Disetujui, Dana Pembebasan Lahan Jembatan HKSN Dititipkan di PN Banjarmasin

Baca juga: Pembangunan Jembatan HKSN Banjarmasin Terancam Molor, Ini Respons DPRD

Permohonan Konsinyasi yang diajukkan oleh Pemko Banjarmasin ini pun disetujui oleh PN Banjarmasin, melalui sidang penetapan dan pengesahan yang dilaksanakan hari ini Selasa (30/11/2021) siang.

Pemko Banjarmasin selaku pemohon saat itu di antaranya diwakili oleh Kabag Hukum, Lukman Fadlun di persidangan. Sementara itu dari pihak termohon atau warga, diwakili oleh kuasa hukumnya yakni Syamsu Saladin dan Wahyu Utami.

Dalam kesempatan tersebut, pemohon Konsinyasi (Pemko Banjarmasin, red) menyerahkan beberapa alat bukti kepada Hakim.

Selanjutnya Hakim pun membacakan penetapan dan pengesahan penitipan pembayaran ganti rugi yang diajukkan oleh pemohon.

Kuasa hukum termohon pun sempat menyampaikan keberatannya khususnya terkait dengan besaran nominal ganti rugi dan sebagainya. Misalnya saja ada salah satu persil milik warga yang hanya dihargai sekitar Rp 550 juta, namun pemilik ingin nilainya ganti ruginya dinaikkan sekitar Rp 900 juta, karena berbagai pertimbangan.

Namun oleh Hakim, keberatan termohon ini pun dimentahkan karena dianggap sudah melewati batas waktu yang ditentukan yakni maksimal 14 hari setelah adanya kesepakatan warga yang lahan atau persilnya dilakukan ganti rugi oleh dengan Pemko Banjarmasin.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved