Berita Balangan
Keterangan RSUD Balangan pada Kasus Pasien Sakit Diduga Karena Vaksin
Warga Balangan mengeluh sakit yang diduga akibat vaksinasi, diagnosis tim RSUD Balangan karena hepatitis, infeksi saluran kemih, diduga ada pula tumor
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Pada 15 Januari 2022, warga Lampihong, Kabupaten Balangan, W (49), rawat inap di RSUD Kabupaten Balangan.
Pihak keluarga menduga keluhan yang dialami W akibat dari vaksinasi yang diterima pada 7 Desember 2021.
Merujuk hasil pemeriksaan pihak RSUD Balangan, pascadilakukan diagnosis, pasien menderita penyakit hepatitis B dan infeksi saluran kemih.
Pihak RSUD Balangan menyatakan apa yang dialami W bukanlah dampak dari vaksinasi. Jarak vaksin dan keluhan yang dirasakan pasien, sudah melewati masa KIPI atau dampak vaksin.
Diterangkan Dirut RSUD Balangan, drg Sudirman, saat press release mengenai pasien W, Selasa (18/1/2022), KIPI dialami penerima vaksin dalam waktu 48 jam. Apabila lebih dari waktu tersebut maka dicurigai ada indikasi penyakit lain.
Baca juga: Kecelakaan di Kalsel - Sopir Tewas Setelah Mobilnya Tabrak Tiang di Balangan
Baca juga: Fasilitas Permainan Anak di RTH Batumandi Rusak, DPLH Balangan Anggarkan di Perubahan
Tidak ia pungkiri kalau KIPI memang bisa terjadi. Namun hanya KIPI ringan, di antaranya demam, pusing dan alergi.
Keterangan drg Sudirman juga ditambahkan Kabid Pelayanan Medik dan Penunjang Medik RSUD Balangan, Dr Shindu Buana.
Sebutnya, pemeriksaan terhadap pasien W dilakukan dokter penyakit dalam yang juga merupakan ketua dari tim penanganan KIPI vaksin Covid 19.
Selain itu, pasien W juga diperiksa oleh dokter spesialis saraf dan mata karena ada beberapa keluhan yang dirasakan.
Saat dibawa ke RSUD Balangan, pasien W yang disebut-sebut mengalami lumpuh, dinyatakan kondisinya yakni lemas, bukan lumpuh.
Baca juga: Siring Bendung Pitap Balangan Runtuh, Sebagian Area Alami Keretakan
Baca juga: Jaga Stok Gula, Dinas Perdagangan Kalsel Minta Pedagang Tak Timbun Persediaan
Keadaan lemas ini juga dibenarkan istri dari pasien W. Keluhan lainnya adalah nyeri kepala kurang lebih satu minggu, mual dan muntah.
Pada 10 Januari 2022, pasien W juga sempat dirawat selama enam hari di RSUD Balangan. Kemudian pasien meminta untuk dipulangkan karena merasa kondisi mulai membaik.
"Dari hasil anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang laboratorium diagnosa, pasien sementara ini mengidap penyakit infeksi saluran kemih, Hepatitis B dan dicurigai mengidap encephalopathy serta tumor di kepala," jelas Dr Shindu.
Sebutnya, apa yang dialami pasien W bukan disebabkan KIPI vaksin Covid 19. Pernyataan itu juga ditegaskan dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Balangan, Dr Rikhwanto, yang menangani pasien W.
Terlebih, terangnya, setelah vaksin pertama pada 12 Oktober 2021, pasien tidak mengalami reaksi alergi dan gejala apapun.
Baca juga: Porang di Kabupaten Balangan Kalsel Stabill di Harga Rp 7 Ribu Per Kilogram
Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Sempat Nol Kasus, Kini Terdeteksi 1 Warga Terpapar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pihak-rsud-balangan-satgas-covid-19-dan-keluarga-pasien-atas-nama-w-selasa-18012022.jpg)