Berita HST

Walhi Kalsel Serahkan Bantuan Early Warning System Berbasis Radio Amatir kepada Pemkab HST

Ketua Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, serahkan bantuan perlengkapan mengantisipasi bencana banjir kepada Bupati HST, H Aulia Oktafiandi.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
WALHI KALSEL
Radio pancar ulang Haur Kuning yang terpasang di kawasan Objek Wisata Pagat, Kecamatan Batu benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan (Walhi Kalsel) serahkan Early Warning System (EWS) berbasis radio amatir kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST).

Hal itu dalam upaya mengurangi risiko bencana, khususnya banjir, di wilayah Kabupaten HST, Provinsi Kalsel.

Penyerahan bantuan terdiri dari repeater, radio reg dan handy talky, disalurkan untuk para relawan di lima desa yang berada di hulu Pegunungan Meratus, Sabtu (21/1/2022) pukul 17.30 Wita.

Lima desa tersebut adalah Patikalain, Datar Ajab, Hinas Kanan, Desa Alat, Batu Tunggal yang berada di wilayah Kecamatan Hantakan Serta, Desa Baru Waki Kecamatan Batu Benawa.

Radio pancar ulang diberi nama Haur Kuning tersebut dipasang di Objek Wisata Pagat, Kecamatan Batu Benawa.

Baca juga: Bekantan Tersesat di Banua Asam Kabupaten HST Dilepasliarkan di Hutan Loksado Kabupaten HSS

Baca juga: Bangun Bronjong Penahan Arus Air, Warga Timan HST Gotong Royong Tiap Jumat Bersama Babinsa

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, menjelaskan, keberadaan EWP penting bagi masyarakat untuk meminimalkan risiko bencana.

Untuk itu, bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) atau program pembangunan Perserikatan Bangsa Bangsa  pihaknya berupaya membantu pemerintah daerah, khususnya Kabupaten HST yang termasuk daerah rawan bencana banjir. 

"Sederhananya, jika terjadi curah hujan tinggi di wilayah hulu Peguungan Meratus, para relawan di lapangan melaporkan situasi dan kondisi di desa masing-masing," ucapnya.

Mereka juga melaporkan seberapa Intens curah-curah hujan, ketinggian air sungai, untuk dilaporkan melalui radio amatir di frekuensi yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, laporan dihimpun di Posko Meratus hingga ke posko di kabupaten. Informasi yang dihimpun dari relawan di lapangan tadi, kemudian dianalisis tim yang telah ditunjuk Pemkab HST.

Baca juga: Waspada Gelombang Omicron, Satgas Covid-19 Kalsel Minta Daerah Siapkan Oksigen dan Isoter

Baca juga: VIDEO Pasien Terinfeksi Omicron di Jakarta Tembus 1.000 Kasus, Wisma Atlet Makin Penuh

"Kami juga menyalurkan bantuan berupa peralatan untuk bersih-bersih pascabanjir, yaitu sekop, cangkul, serta mesin pemotong kayu. Alat ini biasa digunakan untuk memotong kayu yang ditemukan di sungai atau terdampar di tempat lain," urai Kisworo.

Sementara itu, Bupati HST H Aulia Oktafiandi mengucapkan terima kasih kepada Walhi Kalsel dan UNDP yang turut mendukung antisipasi dan pencegahan risiko bencana.

"Dengan sistem ini, tercipta komunikasi perkembangan cuaca antar desa. Dengan begitu, kami bisa memperoleh informasi debit air dari wilayah hulu sampai wilayah hilir. Diharapkan, ini membantu meminimalkan risiko banjir, masyarakat bisa siaga mengamankan barang, mengamankan diri, sehingga tidak ada yang menjadi korban. Pemerintah daerah juga bisa melakukan langkah-langkah penanganan," bebernya.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved