Narkoba Kaltim

Diciduk Polisi Usai Nyabu di Dalam Bus Pemkot, Oknum ASN Pemkot Botang Kaltim Ini Nyambi Jual Sabu

eorang oknum ASN di lingkup Pemerintah Kota Bontang, Kaltim  berinisial LS diamankan Satreskoba Polres Bontang karena jual sabu

Editor: Hari Widodo
HO/POLRES BONTANG  
Barang bukti barang haram milik tiga tersangka diamankan di Mako Polres Bontang, Kalimantan Timur.    

BANJARMASINPOST.CO.ID,, BONTANG - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Bontang, Kaltim  berinisial LS diamankan Satreskoba Polres Bontang.

Pria 44 tahun itu ditangkap bersama dua rekannya berinisial DN (38) dan RS (35).

Oknum ASN ini diciduk polisi saat akan menggunakan narkoba jenis sabu di dalam bus dinas Pemkot Bontang yang terparkir di Jalan Kapten Piere Tendean, Bontang Kuala, Kota Bontang, Kalimantan Timur pada Jumat (15/4/2022) malam lalu.

“Hasil pengambang kasus, satu oknum ASN kami tangkap habis makai sabu di bus,” ungkap Kapolres Bontang, AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Reskoba, AKP Tatok Tri Haryanto melalui pers rilisnya, Minggu (17/4/2022).

Baca juga: Narkoba Kalsel, Asik Pesta Sabu di Bengkel, Tiga Lelaki Banjarbaru Tak Berkutik Diciduk Macan Barbar

Baca juga: Tangkap Pria 43 Tahun di Lianganggang, Satresnarkoba Polres Banjarbaru Amankan 1 Paket Sabu

Baca juga: Maksud Hati Bisnis Sabu, Pemuda Lianganggang Banjarbaru Ini Malah Tertangkap dan Seret 2 Pengedar

Diceritakan AKP Tatok, pengungkapan ini bermula saat polisi mengamankan DN di rumahnya Kelurahan Gunung Telihan Jumat (15/4/2022), sekira pukul 20.13 Wita.

Dari tangan DN polisi menemukan sabu seberat 1 gram.

Menurut pengakuan DN, barang haram tersebut didapat dari tangan LS yang merupakan oknum ASN Pemkot Bontang.

Polisi pun langsung melakukan penelusuran dan pengejaran terhadap LS.

Saat diciduk polisi sekitar pukul 21.15 Wita, LS baru saja menggunakan sabu di dalam bus Pemkot Bontang.

 Saat penggerebakan, polisi menemukan alat sabu dan plastik klip di dalam bus.

Selain pengguna aktif, LS juga mengaku sebagai perpanjangan tangan bandar ke pembeli.

Sebab jika berhasil menjual barang milik bandar, LS akan mendapat bonus sabu untuk dikonsumsi pribadi.

“Dia hanya penghubung saja dari pengedar ke pembeli. Supaya kalau di jual, bisa dapat barang buat dia pakai,” terang AKP Tatok.

LS beralasan menggunakan sabu agar bersemangat saat bekerja. Ayah tiga anak ini mengaku sudah mengkonsumsi barang haram tersebut sejak dari 2007 lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved