Jemaah Haji Meninggal dalam Pesawat

Jemaah Calon haji Kalsel Meninggal Dunia di Pesawat Masih di RSUD Lubuk Pakam, Sumatera Utara

GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Endy Latif saat dihubungi Senin (13/6/2022) membenarkan jika jemaah meninggal di dalam pesawat.

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
Garuda Indonesia Banjarmasin
saat block on di bandara Kualanamu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Satu orang Jemaah Calon Haji Kalsel Kloter satu yang meninggal dunia di dalam pesawat atas nama Samsinah Usman Abdullah yang berangkat tadi malam Minggu (12/6/2022) hingga kini masih ada di RSUD Lubuk Pakam Deli Serdang Sumatera Utara.

GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Endy Latif saat dihubungi Senin (13/6/2022) membenarkan jika jemaah meninggal di dalam pesawat.

Jelasnya saat Ctc Company Channel 131,95 PIC menyampaikan bahwa ada penumpang atas nama Samsinah meninggal dunia ke KKP untuk dipersiapkan.

Pesawat pun berhenti dan parkir atau block on di Bandara Kualanamu pukul 01.33 WIB.

Baca juga: BREAKING NEWS - Satu Orang Jemaah Haji Kloter Satu Kalsel Asal Balangan Meninggal dalam Pesawat

Baca juga: Penerbangan Haji Kalsel Perdana Terbang dari Bandara Internasional Syamsudin Noor

"Kami pun bersama petugas KKP memeriksa penumpang tersebut dan dipastikan sudah meninggal dunia di pesawat," ujarnya.

Penumpang pun diturunkan dan ambulans yang akan mengangkut jenazah didatangkan.

"Penumpang dibawa ke RSUD Lubuk Pakam, sekarang masih di sana untuk menunggu pengiriman ke Banjarmasin," ujarnya.

Pesawat Garuda 8101 yang mengangkut jemaah pushback dari Bandara Kualanamu dan kembali menuju Jeddah pukul 03.02 WIB.

Diketahui jemaah kloter satu berangkat ke tanah suci dengan pesawat Airbus Garuda Indonesia dengan jadwal berangkat pukul 23.40 WITA dan tiba di bandara King Abdul Aziz Jeddah pukul 03.10 waktu Arab Saudi Senin (13/6/2022).

Baca juga: Tahanan Satresnarkoba Meninggal Dunia, Kapolresta Banjarmasin Buka Suara

Jemaah yang berangkat berjumlah 357 orang terdiri dari 258 dari Tabalong, 82 dari Balangan dan 14 orang dari Kabupaten Banjar.

Tiga orang lainnya yang dijadwalkan berangkat di kloter satu juga tertunda berangkat lantaran sakit yakni satu dari Tanahbumbu, dan dua dari Kabupaten Banjar.

Dinas Kesehatan Kalsel sebelumnya juga menyebut jika dari semua jemaah kloter satu maupun keseluruhan jemaah Kalsel 7p persen diantaranya berisiko tinggi.

Sebanyak 31 persen mengidap hipertensi, 15 persen kolesterol dan 5 persen mengidap diabetes.

Banjarmasinpost.co.id / milna

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved