Korupsi di Kaltim

Diduga Terlibat Kasus Korupsi Perusda AUJ, Dua Direktur Perusahaan Ini Dijebloskan ke Lapas Bontang

Dua tersangka baru kasus korupsi dana penyertaan modal Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan Jasa atau Perusda-AUJ ditahan Kejari Bontang

Editor: Hari Widodo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Satu tersangka kasus korupsi Perusda AUJ Bontang yang ditahan di Lapas Bontang, karena dikhawatirkan akan melarikan diri, Rabu (15/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BONTANG - Dua tersangka baru kasus korupsi dana penyertaan modal Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan Jasa atau Perusda-AUJ ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang.

Kedua tersangka yakni Mantan Direktur PT Bontang Investindo Karya Mandiri, YI dan AM sebagai Direktur CV Cendana rekanan dari Perusda AUJ ditahan di Lapas Bontang Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Penahanan 2 orang ini menambah jumlah orang yang terjerat kasus ini. Sebelumnya, Mantan Direktur Perusda AUJ Dandi Priyo Anggono lebih dulu ditahan. 

Kajari Bontang Syamsul Arif dalam rilisnya mengatakan, dua orang ini ditahan selama 20 hari di Lapas Permasyarakatan Kelas II A Bontang.

Baca juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Bendungan Tapin, Penyidik Kejati Kalsel Panggil Camat Piani

Baca juga: Dijemput Kejari Berau di Rumah, Terdakwa Korupsi Pengadaan Lahan Sepakbola Bersumpah Tidak Bersalah

Baca juga: Diduga Korupsi Uang Jual Beli Beras, Kepala Cabang PT Pertani Rugikan Keuangan Negar Rp 1,25 Miliar

Mereka resmi ditahan berdasarkan putusan PN. Samarinda No. 11/Pid.Sus-TPK/2020/PN Smr atas nama terpidana Dandi Priyono.

Alasan keduanya ditahan karena dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti.

“Para tersangka pun kini ditahan di Lapas Kelas IIA Bontang, terhitung sejak per tanggal 14 Juni hingga 13 Juli nanti,” ujarnya, Rabu (15/6/2022).

Dalam kasus ini, 2 orang tersangka memainkan peran yang berbeda. YI, Direktur BIKM menerima guyuran dana Rp 3,8 miliar dari induk perusahaannya. 

Dana itu kemudian dibagi-bagi ke Dandi Rp 419 juta, kemudian DS senilai Rp 708 juta serta ke LS sejumlah Rp 61 juta.  "Ada juga dana tanpa laporan pertanggungjawaban Rp 1,2 miliar, " ungkap Kajari Syamsul. 

Sementara bekas Direktur CV Cendana, AM meminjamkan perusahaannya ke Dandi Priyo untuk pengadaan 2 videotron. Belakangan perusahaan rekanan hanya membeli 1 unit saja. 

"Sudah dibayar uang muka Rp 1 miliar. AM memberikan cek giro kosong ke Dandi," katanya. 

Baca juga: Dugaan Korupsi, Saksi Serahkan Rp 100 Juta untuk Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid di Bandara

Proses penahanan kedua tersangka dilakukan oleh tim penyidik kejaksaan negeri Bontang berdasarkan pasal 21 ayat (1) dan ayat (4) huruf a KUHAP Tersangka diduga keras akan melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup.

"Para tersangka diancam dengan ancaman pidana penjara lima tahun atau lebih," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Khawatir Melarikan Diri, Kejari Jebloskan Dua Tersangka Kasus Korupsi Perusda AUJ ke Lapas Bontang

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved