Berita Banjarbaru

Tak Dapat Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku, Sapi Kalsel Ditolak Masuk Kaltim

Petugas pemeriksa ternak di Muara Komam, Kaltim, tolak masuk kiriman sapi Kalsel karena belum mendapat suntikan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ISTI ROHAYANTI
Pemeriksaan kesehatan sapi di salah satu kendang di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (17/5/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemerintah mulai melakukan penyuntikan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap sapi dan hewan ternak berkuku belah lainnya secara nasional. 

Meski begitu, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) belum mendapatkan jatah vaksin PMK di tahap pertama ini.

Menurut Kadis Perkebunan dan Peternakan (disbunnak) Kalsel, Suparmi Sabtu (18/6/2022), pada tahap pertama ternak di Kalsel belum mendapatkan jatah vaksin.

"Tahap pertama, kita belum. Karena, tahap pertama ini diprioritaskan untuk ternak yang sehat dan berada di zona merah dan kuning," ujarnya.

Diketahui, pemberian vaksin perdana dilakukan Kabupaten Sidoarjo, provinsi Jawa Timur.

Baca juga: VIDEO Eksekusi Pembongkaran Bangunan Pasar Batuah Banjarmasin Ditunda

Baca juga: Komnas HAM RI Surati Wali Kota Banjarmasin Minta Eksekusi Ditunda, Begini Respons Warga Pasar Batuah

Baca juga: BKD Banjarmasin Mulai Petakan Tenaga Honorer untuk Diusulkan Menjadi PPPK dan Outsourcing

Vaksin yang digunakan hari ini adalah produk impor. Bersamaan waktu, dikabarkan kalau pemerintah sedang melakukan pengembangan vaksin buatan Indonesia. 

Sementara itu, saat ini ternak khususnya sapi asal Provinsi Kalsel juga mendapat blacklist dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Meski datang membawa Surat Kesehatan Hewan (SKH), sapi dari Kalsel tetap ditolak masuk Kaltim. Penyebabnya, Kalsel dianggap daerah wabah Penyakit Mulut dan Kuku.

Bahkan ada 21 ekor sapi dari Kalsel yang ditolak masuk ke Kaltim saat melintasi posko cek poin di Muara Komam dan diminta untuk sapi dibawa kembali ke Kalsel.

Penolakan sapi dari Kalsel masuk ke Kaltim berdasarkan surat edaran dari Gubernur Kaltim dan Balai Karantina Kaltim.

Baca juga: Penipuan di Kalsel, Pecatan Polisi Tipu Korbannya di Tanahbumbu hingga Rp 125 Juta dengan Modus Ini

Baca juga: Sebelum Cabuli Korbannya yang Masih di Bawah Umur, Lelaki Kotabaru Ini Perlihatkan Video Asusila

Baca juga: Digeledah Polisi saat di Desa Batumandi Balangan, Dua Pria Barabai HST Kalsel Terbukti Bawa Sabu

Masih kata Kadisbunnak Kalsel, Suparmi, penolakan masuknya sapi itu tak secara keseluruhan.

Terlebih,  daerah di Kalsel yang ada kasus Penyakit Mulut dan Kuku hanya di Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

"Seharusnya, sapi lain dari kabupaten, selain Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, masih bisa kirim ke Kaltim," ujarnya.

Hingga saat ini penangangan Penyakit Mulut dan Kuku di Kalsel, menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syaiful Azhari, sangat baik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved