Berita Balangan

Fasilitas Internet Baru Dibangun Sudah Rusak di Beberapa Desa Kabupaten Balangan

Sarana pendukung jaringan internet rusak di sejumlah desa di Kabupaten Balangan, Kalsel, Diskominfostandi tak punya dana untuk perbaiki.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ISTI ROHAYANTI
Pemberitahuan yang masih terpasang, mengenai pembangunan jaringan internet, di Desa Mantuyan, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (4/7/2022). Kondis saat ini, sarana pendukung rusak sehingga masyarakat dan pemerintah desa tak bisa lagi menggunakannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Jaringan internet tak lagi bisa dinikmati masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pada 2021, Dinas Kominfo Statistik dan Persandian (Diskominfostandi Kabupaten Balangan) telah melakukan pemasangan menara untuk jaringan internet pada 11 desa yang berada di 2 kecamatan.

Namun keadaan saat ini, aparat desa yang awalnya bisa dengan mudah bekerja secara online di desa, kembali harus mencari tempat strategis yang tersedia jaringan internet untuk bekerja.

Di Desa Mantuyan, Kecamatan Halong, misalnya. Jaringan internet desa disediakan pada akhir 2021. Aparat pemerintah desa dan warga pun merasakan kemudahan dalam penyebaran informasi dan menjalankan tugas .

Baca juga: Cuaca Buruk di Kalsel, Tiga Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Terganggu

Baca juga: Hari Pertama Belajar, Banjir Terjang Madrasah Tsanawiyah di Cempaka Banjarbaru Kalsel

Namun rupanya, tak berumur bulan, jaringan internet di Desa Mantuyan mengalami permasalahan. Alhasil, hingga sekarang tak lagi bisa difungsikan.

Pada baliho informasi mengenai kegiatan pembangunan tersebut, tertera anggaran pembangunan mencapai Rp 190.500.000,00.

Adapun waktu pelaksanaan selama 30 hari, terhitung sejak 29 November hingga 28 Desember 2021.

Kepala Desa Mantuyan, Muslini, menerangkan, pihak desa memang sempat menikmati jaringan internet di kawasan Kantor Desa Mantuyan. Namun hanya berlangsung selama dua minggu. Setelahnya, tidak bisa lagi difungsikan.

Baca juga: Warga Tangkap Biawak dan Ular Saat Banjir di Cempaka Kota Banjarbaru Kalsel

Baca juga: Banjir di Kalsel, Puluhan Penghuni Kompleks Grand Arena Megatama Martapura Sempat Diungsikan

Padahal ungkap Muslini, keberadaan jaringan internet sangat diperlukan dalam menunjang pengerjaan administrasi desa.

Terlebih, sistem pelaporan aparat sudah berbasis online. Di antaranya untuk pengoperasian aplikasi Siskeudes, Sipades, Epdeskel dan Prodeskel.

"Mengenai kerusakan jaring internet ini pula, kami sudah melakukan pelaporan. Namun belum ada tindak lanjut dari instansi terkait," terang Muslini, Senin (4/7/2022).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved