Religi

Makna Larangan Makan Sebelum Shalat Idul Adha Diungkap Ustadz Abdul Somad, Kebalikan Idul Fitri

Ustadz Abdul Somad menjelaskan makna larangan makan sebelum Shalat Idul Adha. Beda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan lebih dulu.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID/KASPUL ANWAR
Idul Adha 2021. Beberapa orang menjatuhkan sapi limosin sumbangan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang akan dipotong di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (21/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hari Raya Idul Adha 2022 segera tiba ada sejumlah sunnah yang dianjurkan bagi umat muslim. Ustadz Abdul Somad menjelaskan makna larangan makan sebelum Shalat Idul Adha.

Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban disebut pula Hari Raya Haji jatuh pada 10 Zulhijah dalam sistem kalender Islam.

Hari Raya Idul Adha di tahun 2022 ini, pemerintah telah menetapkan berdasarkan sidang isbat jatuh pada Minggu (10/7/2022).

Salah satu sunnah yang dikukuhkan di Hari Raya Idul Adha yaitu Shalat Idul Adha.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan saat memasuki malam Idul Adha, maka sejak adzan subuh hingga khotib naik mimbar disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu.

Baca juga: Resep Kreasi Sajian Hari Raya Idul Adha 2022, Ada Sei Sapi dan Daging Sapi Lada Hitam

Baca juga: Bupati Tanahbumbu Terbitkan Surat Edaran Tanpa Sampah Plastik di Hari Raya Idul Adha

"Inilah perbedaan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, dimana ketika ingin shalat Idul Fitri disunnahkan makan terlebih dahulu baru shalat ied, sedangkan Idul Adha tak makan apa-apa, balik shalat barulah makan," jelas Ustadz Abdul Somad dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Ninda Fazriah.

Hal tersebut bermakna kesempurnaan puasa sunnah 1-10 Zulhijah, yang mana di hari kesepuluh hanya menahan hingga selesai shalat ied.

Pendakwah yang karab disapa UAS turut menerangkan pentingnya mengetahui ilmu fiqih dalam melakukan kurban, yang mana menjadi salah satu sunnah di Hari Raya Idul Adha.

Pada 10 Zulhijah bertepatan Hari Raya Idul Adha, amalan yang bagus adalah menumpahkan darah hewan kurban, yakni darah hewan ternak yang dijadikan kurban untuk disembelih.

"Jangan diperturutkan hawa nafsu kita, tak pandai motong, latihan tak mau, ilmu tak ada, mau sembelih juga karena mau ikut sunnah, rupanya tak tahan melihat darah, mata berkunang, sapi tak mati, orangnya pingsan. Inilah pentingnya belajar agama, meskipun hal kecil tapi bisa berdampak luar biasa," jelas Ustadz Abdul Somad dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube WANCANX.

Sunnah lainnya yakni setelah menyembelih, maka ambil hatinya dan dimakan. Inilah yang paling afdhol.

Banyak yang ragu ketika ingin memakan daging hewan kurban sembelihan sendiri, hal inin justru diperintahkan Allah SWT.

Ia menambahkan, itulah yang makanan pertama yang afdhol dimakan di tanggal 10 Zulhijah. Namun, makan tersebut dilakukan setelah selesai shalat Idul Adha.

Di Hari Raya Idul Adha, selepas subuh disunnahkan tak makan, pergi ke mesjid shalat ied, selepas shalat pulang dan menyembelih hewan kurban, makanan pertama yang dimakan adalah hati hewan kurban tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved