Berita Banjarbaru

Tujuh Calon Pekerja Migran Ilegal Asal Kalsel yang Ditemukan di Karawang Dipulangkan

Tujuh tenaga kerja ilegal Kalsel tujuan Arab Saudi dipulangkan, yakni 1 Banjarmasin, 1 Kabupaten Banjar, 2 Tapin, 2 Kabupaten Tala, 1 Kabupaten HST.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Kantor BP3MI Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru, Kamis (4/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - NH (45), warga Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terpaksa pulang kembali ke kampung halaman.

Ia dijemput langsung Pemkab Banjar di Kantor Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru, Kamis (4/8/2022).

Tak hanya dirinya, enam perempuan lainnya Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal juga dijemput oleh pemerintah daerah masing-masing.

Mereka terjaring pengungkapan kasus pengiriman PMI ilegal oleh tim gabungan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat.

Selain itu, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kedeputian Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Satreskrim Unit PPA Polres Karawang dan Disnaker Kabupaten Karawang.

Baca juga: Kena Razia di Karawang, Dua Calon Tenaga Kerja Asal Kabupaten Tapin Dipulangkan

Baca juga: Satu Pelaku Pencurian Komponen Menara Pemancar Sinyal di Kabupaten Tabalong Dibekuk, 2 DPO

Saat itu, mereka sedang ditampung di Dusun Mekar Sari No.33 RT 011 RW 003, Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jaba), Minggu 24  Juli 2022.

Kemudian atas kolaborasi BP3MI Provinsi Kalimantan Selatan dengan pemerintah provinsi dan kabupaten kota, korban ditampung di Kantor BP3MI untuk diwawancarai secara mendalam.

Mereka didampingi psikolog oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten/kota asal masing-masing CPMI.

Diungkapkan NH, dirinya sudah pernah bekerja di Arab Saudi juga sebagai asisten rumah tangga. Namun kali itu dirinya habis kontrak dan dipulangkan. 

Selama di kampung halaman, NH justru terlilit utang dan berencana ingin kembali ke Arab Saudi untuk bekerja dengan upah yang dijanjikan 1500 Riyal.

Baca juga: Tangani Dugaan Kejahatan Skimming, Ditreskrimsus Polda Kalsel Minta Kesaksian Pegawai IT Bank Kalsel

Baca juga: Angkut Ulin Ilegal dengan Mobil Boks, 2 Pelaku Diamankan Saat Melintas di Kabupaten Tabalong

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved