Berita Tanahlaut

Kantor Pertanahan Kabupaten Tala Bina Belasan UMKM, Produknya Tembus Pasar Luar Negeri

Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel, membina belasan pelaku UMKM, termasuk sorgum, hingga bisa diekspor ke Singapura.

Penulis: Idda Royani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Inilah produk olahan berbahan sorgum yang dikembangkan UMKM di Desa Banyuirang, binaan Kantor Pertanahan Kabupaten Tanah Laut (Kantah Tala), Kalimantan Selatan, Minggu (4/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) gencar dilaksanakan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Namun, tak sebatas dalam hal penerbitan sertifikat. Lebih dari itu, memberikan pula pembinaan kepada masyarakat yang mendapatkan sertifikat tersebut.

Data pada Kantah Tala, saat ini setidaknya tercatat 14 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah dibina.

Bahkan saat Minggu (4/9/2022) pagi hingga siang, Kantah Tala menggelar Bazaar UMKM bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai Pelaihari di kawasan Jalan Kolonel Soepirman, Pelaihari.

Kegiatan tersebut digelar melengkapi penyerahan sertifikat hak atas tanah program PTSL. Sebanyak 3.668 persil sertifikat yang diserahkan oleh Bupati Tala HM Sukamta didampingi Kantah Tala Dr Ahmad Suhaimi.

Baca juga: Jalan Nasional Ambles dan Rumah Retak di Satui Kabupaten Tanbu, Warga Gelar Aksi Demo

Baca juga: Masyarakat Balangan Sambut Hangat Kedatangan UAS di Masjid Al Akbar Balangan

Baca juga: Residivis Ditangkap Anggota Polda Kalsel di Gambut Kabupaten Banjar, Sembunyikan Sabu Hampir 2 Ons

"Dalam konteks reformasi agraria, kita tak cuma memberi aset (sertifikat), tapi juga memberi ruang kepada masyarakat, bagaimana akses masyarakat atas tanah itu ke dalam sistem ekonomi," jelas Suhaimi.

Tujuannya agar aset tanah yang dimiliki dapat bermanfaat, bagaimana agar sertifikat tanah yang dimiliki dapat berdaya guna dan berhasil guna.

Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Pemkab Tala dan pelaku UMKM, dilakukan pembinaan. 

"Kami beri stimulus pasar, kami bantu akses permodalannya sehingga mampu menggarap potensi ekonomi dan mengembangkannya," papar Suhaimi.

Usaha yang dijalankan oleh UMKM yang telah dibina selama ini, sebutnya, cukup beragam. Antara lain, usaha pembuatan minuman herbal, budidaya madu kelulut, makanan ringan, budi daya sorgum dan pengolahannya.

Baca juga: Pembawa Sabu Diciduk Petugas Polres Hulu Sungai Tengah Kalsel di Matang Ginalon

Baca juga: Masuk ke Kolong Truk, Seorang Pengendara Tewas di Gunung Kupang Kota Banjarbaru

Baca juga: Video Bocah 15 Tahun Dikeroyok di Bendung Karang Intan, Ibu Korban Khawatir Pelaku Dendam

"Alhamdulillah, salah satunya sudah tembus pasar ekspor, yakni ke Singapura, untuk budi daya sorgum dan produk olahannya yang dilakukan UMKM di Desa Banyuirang," sebut Suhaimi.

Budi daya sorgum tersebut, produk yang dijual ada yang berupa biji sorgum dalam kemasan. Juga ada yang berupa tepung dan produk makanan ringan yang juga dikemas secara modern.

Hal itu juga menjadi perhatian khusus Bupati Tala HM Sukamta. "Ini sangat bagus dan perlu terus dikembangkan karena sorgum memang sangat baik sebagai pengganti nasi. Apalagi kalau diolah, maka nilai jualnya sangat tinggi," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved