Berita Tanahlaut

Tak Bisa Beli Pertalite di SPBU Karena HP Jadul, Sopir di Tanahlaut Terpaksa Pilih BBM Eceran

Sopir angkot di Tala menyebutkan saat ini beberapa SPBU mulai menerapkan My Pertamina yang tak mungkin bisa diakses Hp jadul.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Ismail dan kalangan sopir angkutan umum di Tala gundah dengan penerapan My Pertamina karena cuma punya HP jadul 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Seperti di sejumlah daerah lainnya di negeri ini, pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), juga mulai menerapkan apikasi My Pertamina untuk penjualan pertalite.

Hal itu membuat sebagian pemilik kendaraan bermotor di daerah ini gundah.

Kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (8/9/2022), mereka mengungkapkan kegundahannya, termasuk kalangan sopir angkutan umum.

Mereka menyebutkan saat ini beberapa SPBU di Tala mulai menerapkan My Pertamina.

Baca juga: Cuma Miliki HP Jadul, Sejumlah Sopir Angkutan Umum di Tanahlaut Harapkan Ini Pada Pemerintah

Baca juga: Ringankan Beban Hidup Masyarakat Pascakenaikan BBM, Polres Tanahlaut Bagi-bagi Sembako

Contohnya SPBU di Saranghalang, Asamasam, Pulausari, dan SPBU di Nusaindah.

"Harus menunjukkan barcode agar bisa membeli pertalite. HP saya HP jadul, bagaimana mungkin bisa mengunduh aplikasi My Pertamina," ucap Ismail, sopir angkutan umum.

Ia mengatakan kalangan sopir angkutan umum di Tala umumnya cuma memiliki HP jadul.

Selain itu juga gaptek sehingga meski ada yang punya smartphone, juga belum tentu bisa menggunakan aplikasi My Pertamina.

Pihaknya berharap pemerintah mengurungkan penerapan My Pertamina tersebut.

Setidaknya mengecualikan bagi kalangan sopir angkutan umum karena banyak yang tak punya smartphone.

"Ini sudah beberapa kali saya dan kawan-kawan terpaksa membeli pertalite di eceran karena saat hendak beli di SPBU tapi harus menunjukkan barcode," ucapnya.

Dikatakannya, harga pertalite di eceran rata-rata Rp 12 ribu per liter, sedangkan di SPBU Rp 10 ribu.

Sementara dirinya sekali beli setidaknya memelukan 50 liter.

Artinya, mesti mengeluarkan uang tambahan sebesar Rp 100 ribu.

Baca juga: Sinkronisasi Kurikulum, SMKN 1 Murung Pudak Libatkan Kalangan Industri dan Dunia Kerja di Tabalong

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved