Berita Banjarbaru
Pasca Harga BBM Bersubsidi Naik, Tarif Angkutan L300 di Kalsel Naik, Berikut Daftarnya
Pasca kenaikan harga BBM Bersubsidi, kini tarif Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) di Kalimantan Selatan naik
Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pasca kenaikan harga BBM Bersubsidi, kini tarif Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) di Kalimantan Selatan naik dari Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu.
AKDP terdaftar di Kalsel yang memiliki tarif paling murah yakni taksi cold L300 jurusan hulu sungai dan pesisir mulai naik sejak BBM naik.
Menurut salah satu sopir taksi cold L300 jurusan Sungai Danau Kabupaten Tanahbumbu, Abul ditemui di terminal taksi Liang Anggang Banjarbaru, Senin (19/9/2022), tarif taksinya naik Rp 10 ribu dari sebelumnya.
"Kalau dari Liang Anggang sini sebelumnya Rp 70 ribu sekarang jadi Rp 80 ribu, sama kalau tujuan penumpang ke Pelaihari juga naik Rp 10 ribu, beda-beda tarif sesuai jarak, tapi tarif ini Rp 80 ini kalau singgah di terminal," urainya.
Baca juga: Terdampak Kenaikkan Harga BBM, Angkutan Sampah di HST Terpaksa Gunakan Anggaran Tak Terduga
Baca juga: Organda Kalsel Naikkan Tarif Angkutan Umum 27 Persen, Pasrah Kenaikan BBM Bersubsidi
Baca juga: Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Kapal dari Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel Juga Akan Naik
Menurut Abul, dampak kenaikan BBM Bersubsidi membuat biaya operasional juga naik.
Sebelum kenaikan harga BBM, ia harus mengisi BBM dari Banjarmasin ke Sungai Danau sekitar Rp 200 ribu kini naik menjadi Rp 300 ribu.
Ia mengatakan, kenaikan tarif AKDP ini diakuinya diatur oleh para sopir. Semestinya memang pemerintah yang menentukan naiknya tarif angkutan.
"Tapi karena tidak ada ketetapan juga jadi kami sendiri yang menaikkan tarif," katanya.
Menurut Abul tarif, taksinya masih jauh lebih murah dibandingkan taksi gelap minibus yang kini tarifnya untuk ke Sungai Danau hingga Rp 200 ribu.
Kenaikan tarif sebesar Rp 10 ribu ini, terpaksa dilakukan karena jika dinaikkan lebih banyak dikhawatirkan sopir tak lagi dapat penumpang.
"Kami mau menaikkan lebih banyak lagi takutnya penumpang makin sepi, ini saja penumpang tidak ada perubahan, paling banyak saya ke Sungai Danau ada 7 orang penumpang," ungkapnya.
Sementara Kasi Angkutan Orang Dalam Trayek dan Terminal Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Faried Rozali mengatakan dampak dari kenaikan BBM ini tarif angkutan naik dari Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu.
"Berdasarkan hasil survei kami kenaikan itu sekitar Rp 10 ribu," ujarnya.
Kebijakan naik Rp 10 ribu tersebut ujarnya diambil atas kesepakatan antara sopir dan pihak Organda.
Faried mengakui, memang kebijakannya agar kenaikan tarif tak memberatkan penumpang dan sopir tetap dapat penumpang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Taksi-L300-jurusan-Sungai-Danau.jpg)