Kriminalitas Nasional

2 Pemuda Warga  Bandung Ini Masuk Sel, Palsukan dan Edarkan Pecahan Uang Rp100 Ribu Baru

Terlibat peredaran uang palsu dua pemuda warga Kota Bandung ditangkap petugas Polres Cimahi. Ini kata Wakapolres Cimahi Kompol Niko N Adiputra

Editor: Irfani Rahman
THINKSTOCKS
Ilustrasi seseorang diborgol. Terlibat peredaran uang palsu dua pemuda di Bandung ini ditangkap jajaran Polres Cimahi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Nekat membuat uang palsu pecahan Rp100 ribu baru,dua pemuda yakni FC (24) dan MR (24) warga Kota Bandung berakhir di sel penjara.

Ini setelah pihak Polres Cimahi melakukan penangkapan terhadap keduanya.

Keduanya diduga terlibat peredaran uang palsu di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi Jawa Barat.

Nyelenehnya keduanya belajar membuat uang palsu dari youtube.

Baca juga: Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK, Penasehat Hukum : Kalau Sakit Gimana Mau Kasih Keterangan

Baca juga: Perempuan di Depok Ini Ditusuk Teman di Leher, Petugas Buru Pelaku, Motif Masih Didalami

Wakapolres Cimahi, Kompol Niko N Adiputra mengatakan, para pelaku diringkus di sebuah rumah kontrakan yang dijadikan sebagai rumah produksi pembuatan uang palsu.

"Kami telah mengamankan 2 pelaku yakni FC dan MR kaitan dengan memalsukan kemudian menyimpan dan mengedarkan uang rupiah yang dipalsukan tersangka," ungkap Niko saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Senin (20/9/2022).

Para pelaku sengaja memanfaatkan momen penerbitan uang rupiah kertas tahun emisi 2022. Mereka memproduksi uang rupiah kertas pecahan Rp 100 ribu yang belum banyak beredar di masyarakat.

Uang tersebut dibuat semirip mungkin menggunakan peralatan rumahan, dan bahan baku kertas seperti kertas roti, kertas nasi, printer, cap logo Bank Indonesia hingga catokan rambut.

"Jadi uang itu diprint dengan kertas roti, nanti ditambahkan cap dan hologram. Nah ada catokan, itu fungsinya untuk membuat lembar uang palsu itu mengkilap," papar Niko.

Lebih jauh, Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Rizka Fadhilla menyebutkan, aksi kejahatan kedua pemuda itu diketahui sudah berlangsung 3 bulan.

Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Tol JOOR, Libatkan Toyota Calya dan Mobil Boks, Dua Tewas

Baca juga: Pelaku Pencurian Uang di Enam ATM di Sukabumi Diciduk, Total Gasak Rp1,9 Miliar

Uang palsu yang diproduksi kemudian digunakan sebagai alat tukar yang dibelanjakan ke warung-warung yang berada di wilayah Bandung Barat dan Cimahi.

Dari jual beli menggunakan alat tukar uang palsu itu, mereka mendapatkan keuntungan.

"Jadi mereka ini sudah 3 bulan beraksi. Per minggu itu bisa mencetak sampai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta uang palsu pecahan Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Mereka kemudian mengedarkan ke warung-warung dengan cara membeli rokok" jelas Rizka.

Belajar Palsukan Uang dari YouTube

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved