Ekonomi dan Bisnis

Pasokan Beras Lokal di Kalsel Mulai Berkurang, Pedagang Datangkan dari Jawa dan Sulawesi

Pasokan beras lokal di Kalsel saat ini sudah mulai menipis. Pedagang beraspun mendatangkan beras dari Jawa dan Sulawesi

Penulis: Noorhidayat | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat
Pasar Beras di Jalan Pasar Pagi, Banjarmasin, Rabu (28/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kegagalan panen di beberapa daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun 2022 ini membuat pasokan beras lokal sudah mulai menipis.

Seperti yang disampaian pedagang beras di Pasar Beras, Jalan Pasar Pagi, Hj Siti Rahmah, selama tiga bulan terakhir, pasokan beras lokal dari bererapa daerah di Kalsel sudah sangat berkurang.

"Biasanya ada saja tiga sampai empat mobil pickup mengantar perbulan dari masing-masing daerah, selama beberapa bulan terakhir ini paling hanya satu mobil pickup yang masuk," tuturnya, Rabu (28/9/2022).

Untuk menutupi kekosongan beras lokal, terpaksa pihaknya pun akhirnya sudah mendatangkan beras sebanyak dua kontainer.

Baca juga: Petani Gagal Panen, Diprediksi Banjarmasin Krisis Beras Lokal pada 2023

Baca juga: Harga Beras Melonjak, Kepala Disdag Kalsel Sebut Bukan Imbas Kenaikan BBM Bersubsidi

Baca juga: Harga Beras di Banjarmasin Melonjak, Pedagang Sebut akibat Gagal Panen

"Jadi kami beberapa hari lalu sudah mendatangkan beras dari Jawa dan sulawesi, untuk menutupi kebutuhan beras  saat ini," akunya.

Kenaikan harga beras pun diakui Hj Amah sapaan akrabnya, terjadi secara bertahap, sehingga sampai saat ini rata-rata kenaikan harga beras dari berbagi jenis naik Rp 1 ribu sampai Rp 2 ribu per liter nya.

"Sekali naik bisa Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu perkarungnya," sebutnya.

Adapun harga beras saat ini dari beberapa jenis utama beras lokal seperti Siam dari harga Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu per karungnya.

Baca juga: Harga Beras di Banjarmasin Mengalami Kenaikan Signifikan, Banyak Padi Rusak

Sedangkan jenis Mayang dari harga Rp 570 ribu sampai Rp 700 ribu per karungnya, Mutiara dari Rp 550 sampai Rp 650 ribu per karung.

"Jenis Pandak saat ini sudah kosong, terakhir harga Rp 400 ribu sampai Rp 470 ribu per karung," terangnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved